Informasi terbaru seputar Kegiatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung

Berita

Menampilkan 4 Berita
Pererat Sinergitas, BPBD Provinsi Gelar Buka Puasa Bersama Perdana untuk Perkuat Fondasi Silaturahmi
5 Mar 2026
Umum

Pererat Sinergitas, BPBD Provinsi Gelar Buka Puasa Bersama Perdana untuk Perkuat Fondasi Silaturahmi

PANGKAL PINANG – Dalam upaya memperkokoh kohesi internal dan mempererat hubungan interpersonal di lingkungan kerja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi menyelenggarakan agenda buka puasa bersama (bukber) perdana pada Rabu, 4 Maret 2026. Bertempat di kompleks kantor BPBD, kegiatan ini hadir sebagai inisiatif strategis untuk membangun jembatan silaturahmi, bagi antar-pegawai di lingkungan BPBD.Visi Kepemimpinan dan Harmonisasi InstitusiAcara yang diinisiasi langsung oleh Kepala BPBD Provinsi, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si, ini turut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit BPBD, Ibu Yuniar Putia Rahma, S.STP., M.Si. Dalam amanatnya, Bapak Budi Utama menekankan bahwa keharmonisan dan komunikasi yang kondusif merupakan pondasi krusial bagi efektivitas institusi."Silaturahmi bukan sekadar tradisi budaya atau ritual keagamaan, melainkan instrumen strategis untuk menciptakan output program kerja yang berkualitas," ujar Bapak Budi Utama.Beliau juga menyampaikan harapan agar tradisi penguatan ikatan sosial ini dapat terus dilestarikan secara berkelanjutan di masa mendatang, demi menjaga soliditas organisasi.Respon Positif dan Semangat KebersamaanSentimen positif mengalir dari berbagai lapisan pegawai yang hadir. Ibu Yuniar Putia Rahma selaku Ketua DWP menegaskan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini, mengingat perannya dalam mendorong kolaborasi erat antara aparatur dengan pihak eksternal.Apresiasi juga datang dari sudut pandang inklusivitas. Ibu Romar Friana, SE. MM , Kasubag Keuangan yang merupakan pegawai non-muslim (NONIS), mengungkapkan rasa haru dan bahagia atas suasana kekeluargaan yang cair dan berbeda dari rutinitas biasanya. Senada dengan hal tersebut, Bapak Hardiansyah, SE , Subkor Bidang Kedaruratan dan Logistik, menyebut agenda ini sebagai "gebrakan spektakuler" yang memungkinkan interaksi lebih dekat melalui tradisi berbagi hidangan antar-pegawai.Dampak Psikologis dan Profesionalisme KerjaSelain aspek sosial, kegiatan ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pegawai.• Optimalisasi Tim: Dewi, S.AP (P3K Paruh Waktu), menyatakan bahwa momentum ini efektif dalam mereduksi stres kerja serta meningkatkan motivasi dan kerja sama tim yang harmonis.• Apresiasi Personal: Ibu Oktavianti, S.I.Pust (P3K Penuh Waktu), turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang menjadi pengalaman perdana yang berkesan bagi dirinya.Penyajian ragam hidangan dan takjil yang dipersiapkan dengan cermat menjadi representasi konkret dari perhatian institusi terhadap kenyamanan serta kesejahteraan setiap individu yang telah berkontribusi bagi kemajuan BPBD Provinsi.(Tirayudith)

Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) Beri Manfaat Nyata, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi di Bangka Belitung
1 Mar 2026
Umum

Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) Beri Manfaat Nyata, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi di Bangka Belitung

Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) Beri Manfaat Nyata, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi di Bangka BelitungPangkalpinang — Program Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) yang digagas oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu pengendalian inflasi, khususnya komoditas cabai yang kerap memicu kenaikan harga bahan pokok.GENCAR menyasar keluarga dengan kategori ekonomi menengah ke bawah. Pada tahap pertama, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyalurkan 100 ribu tanaman cabai kepada masyarakat Kota Pangkalpinang dan 10 ribu tanaman untuk Kabupaten Bangka. Selanjutnya, program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh kabupaten di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa GENCAR merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat. “Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi beban belanja rumah tangga masyarakat sehari-hari, sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga,” ujarnya.Selain untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, hasil panen GENCAR juga dapat dimanfaatkan sebagai pasokan bagi Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.Sebulan pasca launching, program GENCAR telah memberikan manfaat nyata. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) serta Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (Dinsos dan PMD), sejumlah warga telah melakukan panen hingga tiga kali.Olmoz Osmoza, warga Kelurahan Sinar Bulan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Kami sebagai warga sangat terbantu dengan program ini, setidaknya mengurangi belanja rumah tangga untuk bumbu dapur. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Hidayat Arsani, semoga program ini berkelanjutan,” ungkapnya. Di halaman rumahnya, tanaman cabai dalam polybag tampak tersusun rapi dan menghijau, sebagian sedang berbunga dan berbuah.Hal senada disampaikan oleh Desi Novalia, seorang ibu rumah tangga. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah mencanangkan program GENCAR. Manfaatnya langsung dirasakan, terutama bagi ibu rumah tangga, karena ada penghematan dari belanja cabai yang setiap hari digunakan. Kami berharap ada program pemerintah lain yang manfaatnya langsung terasa dan mudah dilaksanakan,” ujarnya.Dari hasil monev, rata-rata tanaman cabai sudah berproduksi, baik dipanen dalam kondisi hijau maupun merah. Pada panen pertama, beberapa warga bahkan mampu menghasilkan hingga 1,5 ons per tanaman, dan diperkirakan akan meningkat pada panen berikutnya seiring dengan perawatan yang optimal.Koordinator Program GENCAR, Budi Utama, dalam kesempatan monitoring ke rumah warga, berpesan agar seluruh penerima bantuan tetap konsisten merawat tanaman dengan baik. Ia mendorong pemanfaatan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh, seperti air cucian beras, cangkang telur, dan kulit bawang sebagai pupuk alami untuk menjaga kesuburan tanaman.“Kami berharap masyarakat tetap berkomitmen merawat tanaman cabai ini sesuai pendampingan yang diberikan, sehingga hasilnya optimal dan manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” pesannya.Monitoring dan evaluasi GENCAR dilakukan secara terpadu dengan memberdayakan petugas dari DPKP dan Dinsos serta PMD sesuai peran masing-masing. DPKP fokus pada aspek teknis budidaya sesuai kaidah Good Agricultural Practices (GAP), termasuk pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Untuk memudahkan masyarakat, juga disediakan video panduan perawatan yang praktis dan mudah dipahami.Sementara itu, Dinsos dan PMD menitikberatkan pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya dalam pemanfaatan pekarangan, agar program ini benar-benar menjadi gerakan kolektif yang memperkuat kemandirian keluarga.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, menyampaikan bahwa program GENCAR tidak hanya berdampak pada penghematan belanja rumah tangga, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan. “Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis produktivitas tanaman akan terus meningkat dan menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah,” jelasnya.Melalui GENCAR, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap terbangun budaya menanam di lingkungan rumah tangga, sehingga ketahanan pangan keluarga semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.

BPBD Babel Tuan Rumah Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
14 Feb 2026
Umum

BPBD Babel Tuan Rumah Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

PANGKALPINANG (5 Februari 2026) – Menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana tidak hanya soal aksi lapangan, tetapi juga tentang penguatan literasi mitigasi di lingkup keluarga. Semangat inilah yang diusung oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menjadi tuan rumah Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Komitmen Kepemimpinan dan Semangat SilaturahmiAcara yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibu Sri Hidayati, S.Pd., M.Si., serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Babel, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si..Ketua DWP Unit BPBD Babel, Ibu Yuniar Putia Rahma, S.STP., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kehadiran para pengurus serta dukungan penuh dari berbagai pihak. Beliau menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun soliditas DWP Unit BPBD agar semakin berdaya dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan.Dukungan serupa juga ditegaskan oleh Bapak Budi Utama. Beliau memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengembangan kapasitas anggota DWP dan bahkan mempersilahkan instansi lain (OPD) untuk memanfaatkan sarana prasarana kebencanaan yang ada melalui prosedur birokrasi yang berlaku, demi kemaslahatan masyarakat luas.Edukasi Mitigasi dan Bantuan Hidup DasarBerbeda dari pertemuan biasanya, BPBD Babel menghadirkan nuansa edukatif melalui sosialisasi Senam Mitigasi Bencana Gempa Bumi serta materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Berlandaskan UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kegiatan ini bertujuan membekali para ibu dengan keterampilan taktis dalam menghadapi situasi darurat.Ibu Ketua DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi ini. Beliau berpesan agar masyarakat tidak panik saat menghadapi bencana dan sekaligus menyampaikan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh peserta menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan.Apresiasi dan Kesan PesertaKegiatan yang dilaksanakan di luar ruangan (outdoor) ini mendapatkan respon positif karena dinilai lebih segar dan aplikatif. “Pertemuan kali ini sangat menarik karena dilakukan secara outdoor. Kami mendapatkan pengetahuan dasar yang sangat penting mengenai penyelamatan kecelakaan dan cara menolong orang tersedak. Ini adalah informasi baru bagi kami, dan kami berharap dapat mengundang tim BPBD untuk melakukan sosialisasi serupa di dinas kami,” ungkap Ibu Yanti, perwakilan DWP Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Babel. Senada dengan hal tersebut, Ibu Sri Hidayati, S.Pd., M.Si. selaku Ketua DWP Provinsi Babel menyampaikan kekagumannya terhadap konsep acara ini.“Kami sangat terkesan karena kegiatan dilakukan di luar ruangan. Ilmu yang disampaikan sangat berguna, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan keluarga. Semoga ke depannya kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan kembali,” pungkas beliau.(Tirayudith)

Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, BPBD Prov Babel Salurkan Dukungan Peralatan Kebencanaan di Parit Lalang
14 Feb 2026
Umum

Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, BPBD Prov Babel Salurkan Dukungan Peralatan Kebencanaan di Parit Lalang

PANGKALPINANG – Di bawah kepemimpinan Budi Utama, S.STP., M.Si., Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat mitigasi bencana di tingkat tapak. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan peralatan kebencanaan yang diserahkan langsung oleh beliau kepada Kelurahan Parit Lalang, Kota Pangkalpinang, pada Rabu (11/2).Budi Utama menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah provinsi. Penyaluran bantuan ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan teknis, melainkan bentuk dukungan moril dan strategis terhadap keberadaan Posko Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).“Kami ingin memastikan bahwa setiap wilayah memiliki kapasitas yang mumpuni untuk merespons situasi darurat secara cepat dan tepat. Dukungan peralatan ini diharapkan dapat memacu semangat para relawan di garda terdepan,”  ujar Budi Utama saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Posko Destana Parit Lalang.Dalam arahannya yang penuh kebijaksanaan, Budi Utama menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah hingga ke tingkat kelurahan. Menurut beliau, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat dan kesiapan sumber daya yang memadai.Langkah responsif ini menjadi bukti nyata bahwa BPBD Provinsi Babel hadir untuk memastikan ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana, demi menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Serumpun Sebalai. (Tirayudith)

Kontak Darurat Bencana Daerah