PANGKALPINANG – Pada hari Sabtu, 25 April 2026, wilayah Kepulauan Bangka Belitung diterjang oleh fenomena cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang. Peristiwa yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini telah mengakibatkan dampak kerusakan material dan menelan korban jiwa, yang menuntut respons cepat serta terkoordinasi dari seluruh elemen penanggulangan bencana.

Dalam menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., menunjukkan loyalitas dan komitmen yang luar biasa. Beliau tidak hanya memimpin dari balik meja, tetapi terjun langsung ke berbagai titik lokasi bencana untuk meninjau kondisi lapangan dan menyambangi rumah-rumah warga yang terdampak. Kehadiran beliau merupakan bentuk nyata dukungan moral dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, memastikan bahwa setiap warga yang tertimpa musibah mendapatkan perhatian serta bantuan yang cepat dan tepat.

Kekuatan Kolektif dalam Penanggulangan Bencana

Penanganan dampak cuaca ekstrem ini bukanlah upaya tunggal. Sinergitas lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemulihan pascabencana. Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu oleh Tim yang terdiri dari:

• BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

• BPBD Kabupaten/Kota: BPBD Kota Pangkal Pinang, BPBD Kab. Bangka, BPBD Kab Bangka Tengah ,BPBD Kab. Bangka Selatan, BPBD Kab. Belitung, serta BPBD Kab. Belitung Timur.

• Instansi Terkait: Dinas Sosial PMD Prov Babel , Dinas sosial Kota Pangkalpinang , Basarnas, TNI, POLRI, Brimob SAR, dan TAGANA Provinsi Babel .

• Aktor Lokal & Relawan: Anggota DPRD Dapil Gabek , Pihak kelurahan setempat, ,RT / RW lokasi terdampak , Relawan bencana ( DESTANA) , dan seluruh lapisan masyarakat yang saling bahu-membahu.

Tim bergerak melakukan patroli, pendataan, serta pembersihan puing-puing, termasuk evakuasi pohon tumbang yang menutupi jalan dan merusak fasilitas umum.

Dampak Peristiwa dan Pendataan

Berdasarkan rekap data sementara, cuaca ekstrem telah memberikan dampak yang luas di berbagai wilayah:

• Dampak Kerusakan: Sedikitnya 36 rumah terdampak (sebagian besar rusak ringan hingga sedang). Selain itu, terdapat 1 stadion (Binsatria) mengalami kerusakan, serta 10 batang pohon tumbang yang menimpa 3 unit motor dan 1 mobil.

• Korban: Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam dengan 1 orang meninggal dunia di Bangka Selatan (Efendi, 64 tahun) akibat tertimpa pohon saat berteduh, serta terdapat korban luka ringan.

• Lokasi Terdampak: Kejadian tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kota Pangkalpinang, Kab. Bangka, Kab. Bangka Tengah, Kab. Bangka Barat, Kab. Bangka Selatan, dan Kab. Belitung.

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat

Menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa depan, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama:

• Hindari Berkendara: Jangan memaksakan diri berkendara di tengah angin kencang atau hujan badai guna menghindari risiko kecelakaan.

• Waspada Lokasi Berteduh: Jangan berteduh di bawah bangunan tua yang rapuh, papan reklame, atau di bawah pohon rindang yang rentan tumbang

Di tengah musibah ini, marilah kita senantiasa memanjatkan doa bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan, agar diberikan ketabahan serta kekuatan. Semoga bencana ini segera berakhir, situasi segera pulih, dan kita semua senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Mari kita jaga solidaritas, karena kebersamaan adalah fondasi terkuat dalam menghadapi setiap ujian alam.