Informasi terbaru seputar Kegiatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung

Berita

Menampilkan 9 Berita
Akselerasi Reformasi Birokrasi: Komitmen  BPBD Babel Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Tangkas dan Akuntabel
26 Mei 2026
Umum

Akselerasi Reformasi Birokrasi: Komitmen BPBD Babel Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Tangkas dan Akuntabel

PANGKALPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan penting dari Tim Penilaian Penerapan Reformasi Birokrasi di kantor BPBD Babel. Tim penilai yang hadir merupakan gabungan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, yaitu BKPSDM, BAKUDA, BAPPEDA, dan Biro Organisasi. Kehadiran tim ini bertujuan untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap penerapan Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di lingkungan instansi tersebut.Rombongan tim penilai disambut langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan evaluasi ini, sekaligus menegaskan bahwa penerapan reformasi birokrasi merupakan proses belajar dan perbaikan yang berkelanjutan. Melalui momentum ini, BPBD sangat mengharapkan pembinaan yang intensif dan konstruktif dari tim penilai agar seluruh tata kelola berjalan sesuai dengan prosedur ideal.Transformasi Berbasis Kinerja dan Kerja Nyata KepemimpinanSebagai nakhoda organisasi, Budi Utama menunjukkan komitmen dan tindakan nyata dalam mengawal agenda transformasi ini. Pencapaian nilai SAKIP sebesar 74,20 pada tahun 2025 tidak membuat organisasi berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut dijadikan fondasi kokoh oleh Budi Utama untuk menginstruksikan akselerasi perbaikan yang lebih menantang, realistis, dan berorientasi pada hasil di masa depan.Budi Utama secara tegas menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tidak terjebak pada pemenuhan dokumen administratif semata (rule-based). Beliau menekankan bahwa Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk melakukan pembaruan mendasar pada aspek kelembagaan, ketatalaksanaan, dan penguatan sumber daya manusia guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).Sebagai wujud nyata dari penguatan infrastruktur pelayanan dan disiplin kerja, Budi Utama memaparkan bahwa BPBD telah mengoptimalkan keberadaan Command Center dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). Fasilitas ini berfungsi sebagai wadah utama yang mengintegrasikan pengolahan data serta informasi kebencanaan secara cepat, akurat, dan responsif.12 Indikator Materi Penilaian SAKIP & Reformasi BirokrasiProses evaluasi ini mencakup 12 poin krusial yang menjadi parameter penilaian penerapan reformasi birokrasi, antara lain:1. Perencanaan Kinerja: Meliputi aspek perencanaan, pengukuran, pelaporan kinerja, serta penguatan evaluasi internal.2. Capaian Kinerja Tahunan: Menilai ketepatan waktu penyerapan anggaran, kesesuaian laporan Rencana Kerja (RENJA), dan kualitas data pada aplikasi Sihipena Sakti.3. Layanan SPBE: Mencakup optimalisasi aplikasi Srikandi, pemanfaatan aplikasi khusus, ketersediaan API, pembaruan data berkelanjutan, dan integrasi sistem via SPLP.4. Indeks Kearsipan: Menilai manajemen penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, penyusunan arsip, serta kompetensi SDM dan sarana prasarana penunjang.5. Tata Kelola Data: Mengukur kelengkapan metadata, validitas data statistik, publikasi, dan partisipasi aktif dalam kegiatan statistik sektoral.6. Pengadaan & Produk Dalam Negeri: Memastikan kepatuhan penggunaan aplikasi SIRUP, Pembelian Elektronik, E-Kontrak, serta implementasi afirmasi produk dalam negeri.7. Pengelolaan BMD: Menilai ketepatan waktu usulan rencana kebutuhan, kesesuaian laporan dengan fakta lapangan, dan pelaporan semester II tahun 2025.8. Implementasi Kinerja ASN: Evaluasi kedisiplinan dan capaian kinerja pegawai yang dinilai secara objektif berdasarkan regulasi perundang-undangan.9. Kehadiran Pegawai: Menilai tingkat kedisiplinan dan presensi pegawai secara akumulatif selama satu tahun.10. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM): Mengukur kualitas pelayanan publik melalui nilai IKM serta keandalan sistem pelaporannya.11. Inovasi Daerah: Menilai skor Innovative Government Award (IGA), kuantitas inovasi yang dilahirkan, dan partisipasi dalam kompetisi inovasi.12. Indeks BerAKHLAK: Internalisasi 7 nilai dasar ASN, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal (Setia), Adaptif, dan Kolaboratif.Apresiasi Tim Penilai: BPBD sebagai Calon Role ModelKerja keras jajaran BPBD di bawah arahan Budi Utama mendapat respons positif dari tim penilai. Jawini, S.H., anggota tim penilai dari Biro Organisasi, menyatakan bahwa secara umum BPBD telah menunjukkan kesiapan yang sangat matang dalam pemenuhan data dukung yang diperlukan."Harapan ke depan, kinerja inovatif ini tidak hanya bertumpu pada satu individu ASN saja, melainkan digerakkan secara kolektif oleh seluruh elemen organisasi. Dengan demikian, BPBD dapat menjadi percontohan (role model) bagi OPD lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Jawini.Senada dengan hal tersebut, Oktapranidza, S.STP. selaku Ketua Tim Penilai, memberikan apresiasi tinggi terhadap kelengkapan dokumen, kejelasan Standar Operasional Prosedur (SOP), kualitas sarana prasarana, serta capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang telah memenuhi standar pelayanan terbaik. Tim penilai mencatat ada banyak sekali inovasi yang dipersiapkan oleh BPBD dalam mengoptimalkan pelayanan publik terkait penanggulangan bencana di wilayah Bangka Belitung.Melalui penilaian dan pembinaan komprehensif ini, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimis dapat mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Momentum ini diharapkan mampu mendorong BPBD tumbuh menjadi instansi yang BerAKHLAK, serta senantiasa Tangkas, Tanggap, dan Tangguh dalam melayani masyarakat sekaligus memitigasi bencana.

Sinergi Lintas Sektoral  BPBD Bangka Belitung Matangkan Tiga Dokumen Rencana Kontingensi Strategis Penanggulangan Bencana
25 Mei 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Sinergi Lintas Sektoral BPBD Bangka Belitung Matangkan Tiga Dokumen Rencana Kontingensi Strategis Penanggulangan Bencana

PANGKALPINANG (21 Mei 2026) – Sebagai langkah konkret dalam memperkuat sistem ketahanan daerah terhadap risiko bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) penyusunan Dokumen Rencana Kontigensi (Renkon). Bertempat di Gedung Natar Praja BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, agenda strategis ini dihadiri oleh 100 partisipan yang merepresentasikan elemen kunci penanggulangan bencana di wilayah kepulauan ini.FGD ini menjadi momentum krusial bagi 12 anggota Tim Penyusun Renkon BPBD Babel yang telah mendedikasikan kerja kerasnya dalam merumuskan tiga draf dokumen kontigensi utama, yakni Renkon Banjir, Renkon Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta Renkon Angin Puting Beliung. Ketiga dokumen ini dirancang secara komprehensif untuk menjadi kompas sekaligus acuan tindakan taktis saat kedaruratan melanda.Inisiasi Strategis dan Komitmen KepemimpinanAcara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., tokoh utama yang menginisiasi sekaligus mengawal langsung penyusunan Dokumen Rencana Kontigensi ini. Dalam pidato pembukaannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi aparatur PPPK BPBD yang telah berjuang menyusun draf awal dokumen, serta berterima kasih atas kehadiran seluruh pemangku kepentingan."Dokumen Rencana Kontigensi ini adalah manifestasi nyata dari upaya kita dalam memitigasi dan mengurangi dampak buruk bencana. Kita harus menjamin keberlangsungan pelayanan publik dan roda aktivitas tetap beroperasi di tengah gangguan. Melalui Renkon ini, kita menyiapkan respons yang terukur, meniadakan tindakan spekulatif dalam situasi darurat, mengeliminasi kebingungan, melindungi sumber daya, serta memenuhi kewajiban manajemen risiko," tegas Budi Utama.Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa demi menjamin efektivitas penegakan di lapangan, dokumen yang telah rampung nantinya akan diperkuat fungsi dan legalitas hukumnya melalui Peraturan Gubernur.Budi Utama juga merespons secara bijaksana dinamika forum yang mengusulkan pemisahan klausul angin kencang dan kekeringan sebagai entitas bencana yang berdiri sendiri. Mengakomodasi urgensi tersebut, beliau menegaskan bahwa pasca-perumusan dokumen ini, BPBD akan menindaklanjutinya dengan pembentukan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) serta instrumen Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) yang selama ini belum terbentuk. Langkah akseleratif ini diambil guna memastikan seluruh proses penanggulangan bencana di Bangka Belitung dapat berjalan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.Soliditas dan Dukungan Kolektif Lintas SektoralKeberhasilan penyusunan dokumen ini tidak lepas dari partisipasi aktif 47 dinas dan instansi terkait yang hadir untuk menyuplai validitas data serta merumuskan pembagian peran operasional secara detail.Sinergi makro ini melibatkan unsur TNI, POLRI, Basarnas, PLN, BULOG, DINSOS PMD, Bappeda, Bakueda, Satpol PP, Diskominfo, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BMKG, Kantor Karantina Pelabuhan, Badan Pusat Statistik (BPS), Balai Wilayah Sungai (BWS), ORARI, Destana, organisasi masyarakat pegiat kebencanaan, hingga sektor dunia usaha. Seluruh elemen tersebut memegang peranan krusial dalam pemenuhan data sektoral demi terciptanya integrasi penanganan yang mumpuni.Dukungan nyata di antaranya disampaikan oleh Bapak Zulkarnain perwakilan dari ORARI Daerah Bangka Belitung. Beliau menyatakan kesiapan penuh ORARI dalam mengamankan jaringan komunikasi darurat saat bencana terjadi, sekaligus berharap kolaborasi berbasis tugas pokok dan fungsi (tupoksi) ini terus berkelanjutan demi melahirkan dokumen yang efektif dan berkualitas.Senada dengan hal tersebut, Mayor Nawawi yang mewakili Korem 045/Garuda Jaya menggarisbawahi bahwa keberadaan dokumen ini akan memangkas birokrasi koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya bagi BPBD Provinsi Babel. Dengan adanya Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan teratur, penanganan terhadap bencana alam maupun bencana non-alam akibat aktivitas manusia dapat berjalan lebih sistematis. Meski demikian, beliau mengingatkan bahwa kesiapsiagaan terbaik adalah tindakan preventif, seraya berharap wilayah Bangka Belitung senantiasa dihindarkan dari bencana.Bersamaan dengan itu, dukungan juga mengalir dari Polda Babel yang menyatakan kesiapannya dalam menyediakan data, informasi, analisis situasi wilayah, serta pemetaan potensi gangguan keamanan, baik saat maupun pasca-bencana. Senada dengan hal tersebut, Kabinda Babel juga siap berkontribusi dalam memberikan pemikiran terkait aspek intelijen keamanan dan potensi dampak sosial. Dukungan serupa datang dari para perwakilan pentahelix lainnya yang berkomitmen menyajikan data dan informasi sesuai dengan tugas serta fungsi masing-masingakan dilaksanakan lagi FGD berikutnya yang menjadi tahapan akhir serta finalisasi data dan tindak lanjut penyusunan peraturan Gubernur .Melalui FGD ini, tumbuh optimisme dan harapan bersama agar seluruh proses pemenuhan data serta informasi pendukung dapat terpenuhi dengan baik, sehingga Dokumen Rencana Kontigensi yang dilahirkan benar-benar representatif, mengikat, dan menjadi acuan utama penanggulangan bencana yang terpadu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sinergi Legislatif dan Eksekutif, Mewujudkan Pendidikan Tangguh Bencana di Negeri Serumpun Sebalai
14 Mei 2026
Umum

Sinergi Legislatif dan Eksekutif, Mewujudkan Pendidikan Tangguh Bencana di Negeri Serumpun Sebalai

PANGKALPINANG – Semangat kolaborasi dalam upaya pengurangan risiko bencana di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai momentum baru. Bertempat di SMAN 1 Pangkalpinang pada Rabu, 13 Mei 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang melibatkan 100 siswa-siswi terpilih dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Acara dibuka Oleh bapak Drs.H Tarmin AB assisten bidang pemerintahan dan Kesra yang mewakili Gebernur Prov.Babel yang berhalangan hadir,Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah konkret BPBD dalam menekan risiko bencana di 23 titik strategis yang tersebar di 7 kabupaten/kota. Beliau menggaris bawahi bahwa pada tahun anggaran 2026, fokus utama diarahkan kepada masyarakat pesisir, khususnya nelayan, serta para pelajar SMA sebagai garda terdepan literasi bencana.Langkah ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan implementasi dari pola pikir progresif para anggota legislatif Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat. Sebagai simbolis dimulainya kegiatan, dilakukan penyematan jaket kepada perwakilan peserta, yakni Rena, Kakaya, dan Amira.Peran Sentral Legislatif: Dukungan Penuh Ibu Maryam, SH., MH .Kehadiran Ibu Maryam, SH., MH., anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan warna dan energi positif yang luar biasa dalam acara ini. Dengan gaya penyampaian yang santai namun edukatif, beliau memaparkan peran krusial legislatif dalam memperkuat sistem ketangguhan daerah melalui berbagai kebijakan strategis:• Dukungan Program Kewilayahan: Mendukung penuh inisiasi Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA), dan Desa Tangguh Bencana (DESTANA).• Pengawasan Infrastruktur & Bantuan: Memastikan ketersediaan posko siaga, saat bencana.• Regulasi Kawasan: Menyusun Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum untuk melindungi masyarakat saat bencana.• Optimalisasi Anggaran: Mengawal alokasi APBD agar tepat sasaran sesuai aspirasi masyarakat .Dalam pernyataan penutupnya, Ibu Maryam menekankan pentingnya sekolah membentuk tim tangguh bencana atau memasukkan materi kebencanaan ke dalam muatan lokal demi melahirkan fasilitator-fasilitator muda yang tangguh di lingkungan masing-masing.Antusiasme Intelektual Pelajar SMAN 1 PangkalpinangSuasana diskusi berlangsung dinamis saat para siswa menunjukkan kekritisannya. Mereka menggali lebih dalam mengenai prioritas anggaran pada masa tanggap darurat dibandingkan masa mitigasi, serta mempertanyakan fungsi BPBD di masa tenang.Ivana Mulya Indrawan, siswi kelas X, mengungkapkan rasa beruntungnya dapat mengikuti kegiatan ini karena bencana tidak pernah memilih siapa yang akan terdampak. Senada dengan hal tersebut, Ketua OSIS Habiburahman N. Mahruf berharap agar edukasi ini dapat meluas ke seluruh sekolah di Bangka Belitung agar seluruh siswa memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi bencana.Acara ini dipuncaki dengan pembacaan ikrar dan pengukuhan Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) yang diwakili oleh Bintang Langit Ramadhan, Habiburahman N. Ma’ruf, Ivana Mulya Indrawan, dan Adilla Fatmawati. Semoga sinergi yang terjalin antara pemerintah, legislatif, dan dunia pendidikan ini menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan Bangka Belitung yang berdaya dan tangguh. Kita mendoakan agar setiap langkah mitigasi ini senantiasa dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, memberikan keamanan bagi seluruh warga, serta menjauhkan negeri ini dari segala marabahaya. Semoga pengetahuan yang tertanam hari ini menjadi amal jariyah yang menyelamatkan banyak jiwa di masa depan.Babel Berdaya, Masyarakat Sejahtera Tangguh Hadapi Bencana

Wujudkan Pendidikan Tangguh Bencana BPBD Prov .Babel Gelar Sosialisasi KIE di SMAN 1 Pangkalpinang
14 Mei 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Wujudkan Pendidikan Tangguh Bencana BPBD Prov .Babel Gelar Sosialisasi KIE di SMAN 1 Pangkalpinang

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat resiliensi masyarakat terhadap bencana melalui jalur edukasi formal. Pada Rabu, 13 Mei 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang bertempat di SMAN 1 Pangkalpinang.Visi Strategis Gubernur dan Dukungan Pemerintah DaerahMewakili Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berhalangan hadir, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. Kep. Babel, Bapak Drs.H Tarmin AB, hadir memberikan dukungan penuh sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, Bapak Tarmin menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menanamkan budaya mitigasi sejak dini.Beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi muda. "Simak, pahami, dan kenali. Jadilah fasilitator bencana yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat agar dampak risiko bencana dapat diminimalisir secara kolektif," ujar beliau saat memotivasi para peserta. Sebagai simbolis dimulainya kegiatan, dilakukan penyematan jaket kepada tiga perwakilan siswi, yakni Rena, Kakaya, dan Amira.Dedikasi dan Loyalitas BPBD dalam Pengurangan Risiko BencanaDi bawah kepemimpinan Kepala Pelaksana BPBD Prov. Kep. Babel, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., upaya pengurangan risiko bencana (PRB) dilaksanakan dengan penuh semangat dan dedikasi yang tinggi. Dalam sambutannya, Bapak Budi Utama menjelaskan bahwa program KIE ini merupakan bagian dari agenda masif yang menyasar 23 titik di 7 kabupaten/kota se-Provinsi Bangka Belitung."Untuk tahun anggaran 2026, kami memfokuskan sasaran pada pelajar SMA dan masyarakat pesisir, khususnya nelayan," jelas Bapak Budi Utama. Beliau juga menyoroti kolaborasi harmonis antara eksekutif dan legislatif, di mana program ini melibatkan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kep. Babel sebagai wujud nyata pola pikir legislatif yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.Sinergi Lintas Sektor dan Antusiasme PesertaAcara dengan tema “Melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Kita Wujudkan Dunia Pendidikan yang Tangguh Bencana Menuju Babel Berdaya” ini diikuti dengan antusias oleh 100 siswa-siswi kelas X dan XI yang tergabung dalam Organisasi Intra Sekolah dan Majelis Perwakilan Kelas.Kehadiran para narasumber kompeten menambah kualitas intelektual dalam kegiatan ini, di antaranya:• Ibu Ratu Zainab Amira, Perwakilan DWP Provinsi Babel/Ketua Pokja IV PKK Prov. Babel.• Ibu Maryam, Anggota Legislatif DPRD Prov. Kep. Babel.• Bapak Danu Wahyudi, dan Ibu Detri dari Basarnas Pangkalpinang.Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran guru SMAN 1 Pangkalpinang, Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, serta Anggota DWP Provinsi Kep. Babel.Apresiasi dari Generasi MudaRespon positif datang dari para peserta. Noviansyah Dirgantara, siswa kelas X.3, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif BPBD ini. "Kegiatan ini sangat menyenangkan dengan materi yang menarik. Kami berharap agenda sosialisasi seperti ini menjadi rutin agar seluruh siswa di sekolah lain juga memiliki bekal pengetahuan kebencanaan yang luas," ungkapnya dengan penuh semangat.Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah yang bijaksana, dedikasi perangkat daerah, dan antusiasme generasi muda, diharapkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat melahirkan masyarakat yang tangguh dan siap siaga menghadapi tantangan alam di masa depan.

Sosialisasi KIE BPBD Babel, Gubernur Hadir Bersatu Dalam Siaga Tangguh Menghadapi Bencana
7 Mei 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Sosialisasi KIE BPBD Babel, Gubernur Hadir Bersatu Dalam Siaga Tangguh Menghadapi Bencana

PANGKALPINANG – Pesisir Pantai Pasir Padi menjadi saksi momentum krusial bagi penguatan mitigasi bencana di Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu pagi. BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan agenda strategis berupa Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang ditujukan khusus bagi masyarakat pesisir. Mengangkat tema “Melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Kita Wujudkan Masyarakat Pesisir yang Tangguh Bencana Menuju Babel Berdaya,” kegiatan ini dihadiri oleh 100 nelayan dari Kelurahan Temberan, Air Itam, dan Sinar Bulan.Penyelenggaraan kegiatan ini mencerminkan kinerja penuh semangat dan komitmen tinggi dari Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si. dalam mengimplementasikan program kerja Bapak Gubernur yang berorientasi pada keselamatan publik. Beliau menggerakkan seluruh instrumen vital internal BPBD, mencakup Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Kedaruratan dan Logistik, hingga Rehabilitasi dan Rekonstruksi.Semangat kolaborasi tidak hanya terbatas pada edukasi, namun juga menyentuh aspek kemanusiaan melalui pelibatan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menyediakan layanan donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.Eksistensi acara ini semakin bermakna dengan kehadiran langsung Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E., yang didampingi oleh Ny. N.K. Widari Hidayat Arsani, M.Si.. Dalam orasi pembukaannya, Gubernur memberikan apresiasi mendalam kepada para nelayan sebagai pilar ekonomi yang berhadapan dengan risiko tinggi. Beliau menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan nelayan adalah prioritas utama yang memerlukan pemahaman mendalam terkait SOP penyelamatan diri saat cuaca ekstrem.Sebagai bentuk kepedulian nyata, dilakukan penyerahan bantuan kepada 100 nelayan pesisir berupa life jacket sebagai perangkat keselamatan esensial saat melaut dalam kondisi cuaca buruk. Sasaran bantuan BPBD Provinsi Kep. Babel adalah 1.200 masyarakat pesisir dan 1.100 siswa SMA/SMA se-BabelMomentum ini juga dibersamai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai manifestasi rasa syukur atas satu tahun kepemimpinan Bapak Gubernur Hidayat Arsani di Negeri Serumpun Sebalai.Gubernur turut menyampaikan imbauan preventif agar para nelayan senantiasa mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri melaut saat gelombang tinggi demi menghindari risiko fatalitas. Beliau memanjatkan doa agar para nelayan senantiasa diberikan kesehatan, cuaca yang bersahabat, serta hasil laut yang berlimpah demi kesejahteraan keluarga.Menutup rangkaian kegiatan, tersirat optimisme dan harapan besar dari masyarakat pesisir, seperti yang diungkapkan oleh Pak Syahril dari Kelurahan Temberan. Para nelayan berharap dukungan pemerintah terus berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk edukasi, tetapi juga melalui stimulan sarana prasarana seperti perahu dan pukat untuk mengakselerasi produktivitas ekonomi dan meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Berkaya dengan Hati bertindak dengan Data PPPK BPBD Prov.BABEL  Susun Dokumen Rencana Kontingensi  Yang Tangguh
2 Mei 2026
Umum

Berkaya dengan Hati bertindak dengan Data PPPK BPBD Prov.BABEL Susun Dokumen Rencana Kontingensi Yang Tangguh

PANGKALPINANG – Dalam upaya memperkuat sistem resiliensi daerah terhadap ancaman bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat intensif penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) sekaligus perancangan Peraturan Gubernur sebagai payung hukum yang menguatkannya. Langkah strategis ini mencakup tiga instrumen krusial, yakni Renkon Banjir, Renkon Puting Beliung, serta Renkon Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).Manifestasi Semangat dan Dedikasi PPPK BPBDPenyusunan dokumen ini menjadi momentum bersejarah bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai garda depan dalam perumusan dokumen perdana ini dengan pengecualian Renkon Banjir yang kini tengah melalui tahap pemutakhiran data (update) para PPPK menunjukkan semangat pengabdian yang tinggi.Prathama Nugraha, salah satu personil PPPK yang terlibat, menyatakan bahwa kerja keras ini didasari oleh harapan besar agar output yang dihasilkan dapat membawa kemaslahatan luas bagi masyarakat. Baginya dan rekan-rekan, penyusunan Renkon ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk dedikasi kemanusiaan yang diharapkan menjadi amal jariyah di masa depan.Dukungan Visioner Kepala Pelaksana BPBDInisiasi besar ini tidak terlepas dari peran vital Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si. selaku Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Beliau menegaskan bahwa keberadaan dokumen panduan yang komprehensif adalah sebuah keniscayaan dalam menghadapi situasi darurat."Kita sangat memerlukan dokumen yang menjadi panduan dasar saat bencana terjadi. Dibutuhkan sinergi lintas sektoral dan akurasi data yang presisi agar upaya penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur. Fokus utama kita adalah memaksimalkan bantuan kepada masyarakat terdampak serta meminimalisir risiko jatuhnya korban," ujar Budi Utama dengan penuh optimisme.Esensi Dokumen Renkon dan Legitimasi Peraturan GubernurDokumen Rencana Kontingensi ini dirancang sebagai instrumen navigasi operasional yang sangat krusial. Fungsinya mencakup:• Panduan Taktis: Menjadi acuan baku mengenai langkah-langkah yang harus diambil secara spesifik saat jenis bencana tertentu terjadi.• Basis Data Mitigasi: Memuat histori kejadian, lokus (lokasi fokus) sebagai sampel teknis, serta pemetaan wilayah rawan bencana.• Inventarisasi Sumber Daya: Menyajikan data logistik, peralatan, serta ketersediaan sarana dan prasarana dari berbagai instansi terkait.Guna memperkuat fungsionalitas dan aspek legalitasnya, dokumen-dokumen tersebut akan didukung oleh Peraturan Gubernur. Regulasi ini menjadi landasan hukum yang kuat agar setiap elemen—mulai dari TNI, POLRI, Basarnas, hingga organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha dapat bergerak secara sinkron sesuai tugas dan fungsinya masing-masing dalam satu komando yang terintegrasi.Sinergi yang melibatkan multi-stakeholder seperti PLN, Bulog, Dinas Sosial, BMKG, hingga komunitas relawan seperti Destana dan ORARI, diharapkan mampu menciptakan ekosistem penanggulangan bencana yang tangguh demi keselamatan seluruh masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung.

Akselerasi Resiliensi BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Matangkan Dokumen Rencana Kontingensi melalui Sinergi Lintas Sektoral
2 Mei 2026
Umum

Akselerasi Resiliensi BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Matangkan Dokumen Rencana Kontingensi melalui Sinergi Lintas Sektoral

PANGKALPINANG – Bertempat di Ruang Rapat Pusdalops BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 29 Mei 2026, telah dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) strategis guna memfinalisasi penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) beserta rancangan Peraturan Gubernur yang akan menjadi landasan yuridis utamanya. Pertemuan intelektual ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BPBD, termasuk Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, dengan menghadirkan pakar dari BMKG dan Biro Hukum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai narasumber kunci.Komitmen Visioner dan Dukungan Penuh KepemimpinanKepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., secara resmi membuka agenda ini dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mencurahkan dedikasinya dalam menyusun dokumen vital tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kehadiran serta dukungan teknis dari BMKG dan Biro Hukum merupakan elemen fundamental yang menjamin kualitas serta validitas rencana kontingensi yang tengah disusun. Dukungan ini mencerminkan kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif demi kepentingan keselamatan publik.Kontribusi Strategis BMKG dan Penguatan Legalitas Biro HukumSinergi lintas instansi menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Kepala BMKG Pangkalpinang, Bapak Tri Agus Pramono, S.Kom., memaparkan materi krusial mengenai dinamika cuaca di Kepulauan Bangka Belitung, termasuk analisis mendalam terkait kerentanan bencana, kondisi curah hujan, hingga potensi dampak fenomena El Nino dan La Nina terhadap prakiraan angin di wilayah tersebut. Beliau menegaskan kesiapan BMKG untuk memberikan kontribusi data secara penuh 24/7 sebagai wujud komitmen nyata bagi masyarakat.Di sisi lain, Bapak Wira Giantimabad, SH., dari Biro Hukum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan asistensi terkait kerangka dasar penyusunan Peraturan Gubernur. Beliau menegaskan bahwa Biro Hukum akan bersinergi penuh dengan BPBD untuk merumuskan aspek legalitas yang kuat guna mengukuhkan substansi dokumen yang telah disusun, memastikan bahwa setiap poin kebijakan memiliki pijakan hukum yang selaras dengan aturan yang berlaku.Semangat Intelektual PPPK BPBD dalam Ketelitian DataRapat berlangsung dengan dinamika diskusi yang tinggi, didominasi oleh peran aktif para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) BPBD yang menjadi motor penggerak penyusunan dokumen ini. Dengan semangat profesionalisme, mereka melakukan tinjauan mendalam terhadap korelasi data cuaca, sinkronisasi fakta lapangan, hingga penelaahan semantik pada setiap kalimat guna menghindari kesalahan makna. Ketelitian ini menunjukkan kualitas intelektual dan tanggung jawab besar PPPK BPBD dalam memastikan dokumen Renkon Banjir, Puting Beliung, dan Karhutla ini benar-benar akurat dan aplikatif.Harapan Besar untuk Kemaslahatan MasyarakatSebagai penutup, terselip harapan kolektif yang bijaksana bahwa dengan rampungnya penyusunan dokumen ini serta penguatannya melalui Peraturan Gubernur, nilai manfaat BPBD dalam penanggulangan bencana akan semakin terakselerasi. Semoga hasil kerja keras ini menjadi instrumen yang membawa perlindungan maksimal, memberikan rasa aman, serta memberikan kontribusi nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang kita cintai.

Menjaga Semangat Kemanusiaan dan Silaturahmi BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melepas Bapak Arie Primajaya Menuju Pengabdian Baru
29 Apr 2026
Umum

Menjaga Semangat Kemanusiaan dan Silaturahmi BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melepas Bapak Arie Primajaya Menuju Pengabdian Baru

PANGKALPINANG – Suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu, 29 April 2026. Seluruh jajaran berkumpul untuk memberikan penghormatan sekaligus melepas Bapak Arie Primajaya, SE., M.Si., yang telah menuntaskan masa pengabdiannya sebagai Sekretaris Badan sejak tahun 2022. Kini, beliau melangkah menuju amanah baru sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, setelah resmi dilantik oleh Gubernur pada 24 April lalu.Prosesi pelepasan ini dihadiri oleh Bapak Arie Primajaya beserta istri, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan beserta istri, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi beserta istri, serta Ibu Yuniar Putia Rahma, S.STP., M.Si., selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Dalam kesempatan tersebut, Ibu Yuniar Putia Rahma menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ibu Arie Primajaya atas peran aktifnya di lingkungan DWP BPBD, yang juga tergabung dalam DWP Provinsi. Menurut Ibu Yuniar, Ibu Arie adalah pribadi yang ramah, santun, dan sangat ringan tangan dalam membantu sesama. Beliau berharap agar tali silaturahmi yang telah terjalin kuat selama ini tetap terjaga, seraya mendoakan agar Bapak dan Ibu Arie senantiasa diberikan kesehatan serta kesuksesan dalam menjalankan tugas di tempat pengabdian yang baru.Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., dalam sambutannya yang sarat akan kearifan, menyampaikan pandangan mendalam mengenai dedikasi Bapak Arie selama ini. Dengan penuh ketulusan, beliau mengapresiasi integritas Bapak Arie sebagai sosok pejabat yang tidak hanya kompeten secara birokrasi, namun juga memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi."Bapak Arie adalah teladan mengenai bagaimana profesionalisme bersanding dengan kemurahan hati. Beliau sosok yang royal dan selalu berdiri paling depan untuk mendukung bawahan, baik dalam ketelitian administrasi kantor maupun ketangguhan di lapangan saat penanggulangan bencana," tutur Bapak Budi Utama. Beliau menambahkan bahwa keikhlasan Bapak Arie dalam berbagi ilmu dan nasihat menjadi warisan berharga bagi seluruh staf di lingkungan BPBD.Rasa kehilangan sekaligus kebanggaan juga tersirat dalam pesan yang disampaikan oleh Ibu Romar Friana, SE., MM. Beliau menggambarkan Bapak Arie sebagai pemimpin yang luar biasa bijaksana sosok yang mampu memposisikan diri sebagai rekan kerja sekaligus pelindung bagi bawahannya. Sifat kedermawanan beliau yang tulus meninggalkan kesan mendalam yang sulit tergantikan bagi keluarga besar BPBD.Menutup rangkaian acara, Bapak Arie Primajaya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan empat tahun yang penuh warna di BPBD. Beliau mengenang masa kepemimpinan Bapak Mikron Antariksa yang tangguh hingga semangat visioner Bapak Budi Utama yang terus membawa perubahan positif. "BPBD adalah tempat yang istimewa dengan energi yang tidak ditemukan di instansi lain. Meski raga berpindah tugas, harapan saya adalah agar kekompakan ini tetap terjaga dan tali silaturahmi kita tidak akan pernah terputus oleh jarak maupun jabatan," ungkap Bapak Arie dengan penuh haru.Keluarga besar BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala dedikasi Bapak Arie Primajaya. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga kesuksesan dan kesehatan senantiasa menyertai Bapak beserta Ibu dalam memajukan Koperasi dan UKM di Negeri Serumpun Sebalai.Salam Kompak, Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.

Sinergi Bersama Tangkas, Tanggap dan Tangguh  BPBD Provinsi Babel  dalam Menanggulangi Bencana Cuaca Ekstrem 25 April 2026
26 Apr 2026
Kedaruratan dan Logistik

Sinergi Bersama Tangkas, Tanggap dan Tangguh BPBD Provinsi Babel dalam Menanggulangi Bencana Cuaca Ekstrem 25 April 2026

PANGKALPINANG – Pada hari Sabtu, 25 April 2026, wilayah Kepulauan Bangka Belitung diterjang oleh fenomena cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang. Peristiwa yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini telah mengakibatkan dampak kerusakan material dan menelan korban jiwa, yang menuntut respons cepat serta terkoordinasi dari seluruh elemen penanggulangan bencana.Dalam menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., menunjukkan loyalitas dan komitmen yang luar biasa. Beliau tidak hanya memimpin dari balik meja, tetapi terjun langsung ke berbagai titik lokasi bencana untuk meninjau kondisi lapangan dan menyambangi rumah-rumah warga yang terdampak. Kehadiran beliau merupakan bentuk nyata dukungan moral dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, memastikan bahwa setiap warga yang tertimpa musibah mendapatkan perhatian serta bantuan yang cepat dan tepat.Kekuatan Kolektif dalam Penanggulangan BencanaPenanganan dampak cuaca ekstrem ini bukanlah upaya tunggal. Sinergitas lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemulihan pascabencana. Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu oleh Tim yang terdiri dari:• BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.• BPBD Kabupaten/Kota: BPBD Kota Pangkal Pinang, BPBD Kab. Bangka, BPBD Kab Bangka Tengah ,BPBD Kab. Bangka Selatan, BPBD Kab. Belitung, serta BPBD Kab. Belitung Timur.• Instansi Terkait: Dinas Sosial PMD Prov Babel , Dinas sosial Kota Pangkalpinang , Basarnas, TNI, POLRI, Brimob SAR, dan TAGANA Provinsi Babel .• Aktor Lokal & Relawan: Anggota DPRD Dapil Gabek , Pihak kelurahan setempat, ,RT / RW lokasi terdampak , Relawan bencana ( DESTANA) , dan seluruh lapisan masyarakat yang saling bahu-membahu.Tim bergerak melakukan patroli, pendataan, serta pembersihan puing-puing, termasuk evakuasi pohon tumbang yang menutupi jalan dan merusak fasilitas umum.Dampak Peristiwa dan PendataanBerdasarkan rekap data sementara, cuaca ekstrem telah memberikan dampak yang luas di berbagai wilayah:• Dampak Kerusakan: Sedikitnya 36 rumah terdampak (sebagian besar rusak ringan hingga sedang). Selain itu, terdapat 1 stadion (Binsatria) mengalami kerusakan, serta 10 batang pohon tumbang yang menimpa 3 unit motor dan 1 mobil.• Korban: Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam dengan 1 orang meninggal dunia di Bangka Selatan (Efendi, 64 tahun) akibat tertimpa pohon saat berteduh, serta terdapat korban luka ringan.• Lokasi Terdampak: Kejadian tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kota Pangkalpinang, Kab. Bangka, Kab. Bangka Tengah, Kab. Bangka Barat, Kab. Bangka Selatan, dan Kab. Belitung.Imbauan Keselamatan untuk MasyarakatMenghadapi potensi cuaca ekstrem di masa depan, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama:• Hindari Berkendara: Jangan memaksakan diri berkendara di tengah angin kencang atau hujan badai guna menghindari risiko kecelakaan.• Waspada Lokasi Berteduh: Jangan berteduh di bawah bangunan tua yang rapuh, papan reklame, atau di bawah pohon rindang yang rentan tumbangDi tengah musibah ini, marilah kita senantiasa memanjatkan doa bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan, agar diberikan ketabahan serta kekuatan. Semoga bencana ini segera berakhir, situasi segera pulih, dan kita semua senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Mari kita jaga solidaritas, karena kebersamaan adalah fondasi terkuat dalam menghadapi setiap ujian alam.

Kontak Darurat Bencana Daerah