Informasi terbaru seputar Kegiatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung

Berita

Menampilkan 9 Berita
Perkuat Ketahanan Daerah Terhadap Ancaman Bencana, BPBD Kepulauan Bangka Belitung Bersama BNPB RI Gelar FGD Indeks Ketahanan Daerah (IKD)
21 Agt 2026
Berita

Perkuat Ketahanan Daerah Terhadap Ancaman Bencana, BPBD Kepulauan Bangka Belitung Bersama BNPB RI Gelar FGD Indeks Ketahanan Daerah (IKD)

PANGKALPINANG, BPBD BABEL — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Gedung Natar Praja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Air Itam, Pangkalpinang.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, S.T., M.T., serta dihadiri oleh perwakilan Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana (PERB) BNPB RI, jajaran instansi vertikal, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kep. Babel, akademisi perguruan tinggi, serta unsur perwakilan masyarakat dan dunia usaha.IKD: Parameter Sains dan Strategis Ketahanan WilayahDalam sambutannya, Plt. Kalaksa BPBD Babel, Agus Afandi, S.T., M.T., menegaskan pentingnya pemahaman mendalam atas kondisi geografis Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki kerentanan spesifik terhadap potensi bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga abrasi pantai."Penguatan kapasitas daerah bukan sekadar opsi teknis, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi keselamatan masyarakat, menjamin keandalan infrastruktur, serta menjaga keberlanjutan roda pembangunan daerah menuju terwujudnya wilayah yang tangguh bencana," ujar Agus Afandi.Lebih lanjut disampaikan bahwa Indeks Ketahanan Daerah (IKD) merupakan alat ukur komprehensif yang dipergunakan untuk menilai level kemampuan daerah dalam mereduksi risiko bencana melalui lima pilar utama: kapasitas kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, pengalokasian pendanaan, kesiapan sarana prasarana, serta partisipasi aktif masyarakat."Penilaian IKD tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai sekadar formalitas evaluasi administrasi. IKD adalah strategic instrument untuk memetakan secara faktual di mana posisi kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan (*SWOT*) penyelenggaraan penanggulangan bencana di Babel. Hasil dari penilaian ini menjadi fondasi analitis dalam menyusun kebijakan dan program pengurangan risiko bencana yang terukur, tepat sasaran, dan berbasis bukti (*evidence-based policy*)," tegasnya.FGD ini menggarisbawahi landasan regulatif penyelenggaraan penanggulangan bencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam Undang-Undang tersebut, urusan bencana dikategorikan sebagai urusan pemerintahan konkuren yang masuk ke dalam kelompok urusan wajib pelayanan dasar."Hal ini mengartikan secara eksplisit bahwa pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, memegang tanggung jawab konstitusional yang tak terelakkan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana demi menjamin keselamatan warga negara," tambahnya.Namun demikian, BPBD menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dipikul secara parsial oleh BPBD semata, melainkan menuntut skema kerja sama lintas sektor berkonsep Pentahelix:1. Pemerintah Daerah, Sebagai pengambil kebijakan, regulator, dan penggerak koordinasi lintas fungsi.2. Akademisi & Perguruan Tinggi,Sebagai pilar riset yang memberikan kajian ilmiah dan rekomendasi berbasis penelitian.3. Dunia Usaha ,Memberikan dukungan sumber daya, keandalan logistik, serta tanggung jawab sosial melalui program CSR.4. Media Massa, Berperan vital dalam diseminasi informasi, edukasi publik, dan penyebaran peringatan dini.5. Masyarakat, Menjadi garda terdepan (*first responder*) dalam kesiapsiagaan dan aksi mitigasi komunitas.Pelaksanaan penilaian IKD Tahun 2026 ini memiliki bobot urgensi yang sangat tinggi. Data dan skor indikator IKD yang disepakati bersama dalam FGD ini akan diintegrasikan secara spasial dengan Peta Bahaya (tahun 2024) dan Peta Kerentanan (tahun 2025) guna memutakhirkan Kajian Risiko Bencana (KRB) Nasional Tahun 2026.Di tingkat daerah, hasil IKD 2026 ini secara khusus akan dipergunakan oleh BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai komponen kapasitas utama dalam penyusunan dan penyempurnaan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dijadwalkan pada tahun 2027 mendatang, mengingat dokumen KRB Babel yang berlaku saat ini akan habis masa berlakunya pada akhir tahun 2026.Sebagai wujud nyata dukungan penuh BPBD Babel terhadap agenda nasional dan daerah ini, BPBD Babel memfasilitasi dan mengawal penuh seluruh tahapan proses:Mobilisasi komprehensif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis serta instansi vertikal terkait (seperti Polda, Korem 045/Gaya, BMKG, BASARNAS, BBWS, Perguruan Tinggi, dll.) untuk menyajikan data terverifikasi pada 7 prioritas indikator IKD. Penguatan koordinasi verifikasi data faktual mencakup regulasi PB, RTRW berbasis mitigasi, cakupan Early Warning System* (EWS), kesiapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB), Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB), hingga Rencana Kontinjensi multi-ancaman.Pemanfaatan sistem informasi dan teknologi data untuk mempercepat integrasi pelaporan kapasitas daerah ke tingkat nasional."Melalui fasilitas dari BNPB RI dan kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan di Bangka Belitung, kita optimis mampu melahirkan dokumen perencanaan penanggulangan bencana yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan demi melindungi segenap masyarakat Bangka Belitung dari ancaman bencana," tutup Agus Afandi.Kegiatan penyusunan IKD 2026 ini menjadi langkah penting dalam memperkuat Fondasi ketahanan bencana di Wilayah Bangka Belitung Sinergi antara BNPB dan BPBD menjadi bukti bahwa Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah tanggung jawab bersama demi melindungi masyarakat asset dan masa depan dari ancaman Bencana.Salam Tangkas Tanggap Tangguh Berdaya!!

Gelora Kemerdekaan dan Kebersamaan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sukses Gelar Rangkaian Perayaan HUT RI ke-81
18 Agt 2026
Umum

Gelora Kemerdekaan dan Kebersamaan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sukses Gelar Rangkaian Perayaan HUT RI ke-81

Pangkalpinang, 14 Agustus 2026 — Suasana penuh semangat, keceriaan, dan jiwa patriotisme menyelimuti halaman kantor BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, keluarga besar BPBD menyelenggarakan rangkaian acara meriah selama dua hari penuh, yaitu pada tanggal 13 dan 14 Agustus 2026.Perpaduan Cita Rasa dan Kebersamaan di Hari PertamaKemeriahan dimulai pada Kamis, 13 Agustus 2026. Halaman kantor mendadak riuh dan hangat oleh semangat para pegawai yang mengikuti Lomba Memasak Nasi Goreng. Perwakilan dari Sekretariat serta seluruh bidang di BPBD Prov. Kep. Babel unjuk kebolehan memamerkan keahlian kuliner terbaik mereka.Para chef perwakilan setiap bidang tampil antusias menyajikan masakan dengan garnish yang khas, cita rasa gurih dan segar, serta melengkapinya dengan aneka minuman segar yang menggugah selera. Lebih dari sekadar kompetisi memasak, momen ini menjadi wadah keakraban dan kekompakan yang begitu terasa di antara para pegawai.Olahraga, Sportivitas, dan Semangat Menjaga KebersihanSemangat membara berlanjut pada Jumat, 14 Agustus 2026. Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh pegawai BPBD secara serentak dilepas untuk mengikuti kegiatan Jalan Santai sejauh 5 KM. Rute yang ditempuh dimulai dari halaman kantor BPBD, melewati Jalan Pulau Bangka lurus ke arah kantor Kejaksaan Tinggi, berbelok ke arah Dinas Kelautan dan Perikanan, melintasi Kesbangpol, Dinas Pertanian, Asrama Haji, hingga akhirnya kembali ke markas BPBD.Seusai menguras keringat dengan keceriaan, acara dilanjutkan dengan Penilaian Lomba Kebersihan Kantor antarbidang. Bertindak sebagai tim penilai adalah para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Prov. Babel, yang terdiri dari istri Kepala Pelaksana dan istri Pejabat Eselon III.Atmosfer kemeriahan makin memuncak dengan hadirnya berbagai games seru serta Lomba Gaple yang telah bergulir sejak 7 Agustus 2026 khusus bagi pegawai laki-laki. Seluruh rangkaian perlombaan ini berlangsung riuh dengan junjungan tinggi nilai-nilai sportivitas dari seluruh peserta.Keberhasilan dan kemeriahan perayaan ini tidak lepas dari dukungan maksimal kepemimpinan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Kepala BPBD Provinsi Kep. Babel, Bapak AGUS AFANDI, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasihnya atas partisipasi aktif seluruh elemen pegawai."Saya menyampaikan banyak terima kasih atas partisipasi seluruh pegawai BPBD dalam mengikuti rangkaian acara ini. Semoga kegiatan ini dapat menjadi perekat silaturahmi seluruh pegawai dan sebagai pemacu semangat proklamasi kemerdekaan bagi pegawai BPBD Babel," ungkap beliau.Nada apresiasi dan rasa solidaritas yang tinggi juga dipancarkan oleh Sekretaris BPBD, Ibu Umi Kalsum, S.Pd., M.Si. Beliau menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia yang bekerja keras hingga acara berjalan sukses, serta kepada seluruh pegawai yang telah berpartisipasi aktif. Dengan penuh kerendahan hati dan jiwa loyalitas, beliau menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan, seraya berharap kegiatan ini terus menjadi wadah silaturahmi yang baik.Daftar Pemenang Perlombaan HUT RI ke-81 BPBD Prov. Kep. BabelSebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, kreativitas, dan kekompakan, berikut adalah daftar para pemenang dari masing-masing cabang perlombaan:1.Lomba Masak Nasi Goreng Juara 1: Sekretariat Juara 2: Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Juara 3: Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Juara 4: Bidang Kedaruratan dan Logistik2. Lomba Kebersihan Kantor Juara 1: Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Juara 2: Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Juara 3: Sekretariat BPBD Juara 4: Bidang Kedaruratan dan Logistik3. Lomba Gaple Juara 1: Dani Kerusung & Fajri Juara 2: Rosandi & Amin Juara 3: Priyo & Galih Juara 4: Nurmansyah & NugaSemoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan berkah, kesehatan, dan kebaikan kepada seluruh keluarga besar BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Semoga jalinan tali silaturahmi, rasa kekeluargaan, serta semangat persatuan yang telah terpatri indah dalam momentum HUT RI ke-81 ini dapat terus berkesinambungan, semakin kokoh, dan menjadi energi positif dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan demi bangsa dan negara “ Salam Tangkas ,Tanggap.Tangguh ,Berdaya.!!! “

Semangat Patriotisme di Bumi Serumpun Sebalai BPBD Babel Bagikan dan Tancapkan  Bendera Merah Putih Untuk Warga Padang Baru
7 Agt 2026
Umum

Semangat Patriotisme di Bumi Serumpun Sebalai BPBD Babel Bagikan dan Tancapkan Bendera Merah Putih Untuk Warga Padang Baru

BANGKA TENGAH, 7 AGUSTUS 2026 — Dalam rangka menyongsong Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada bulan Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan komitmen nyata dalam memupuk nilai-nilai kebangsaan dan jiwa nasionalisme di tengah-tengah masyarakat.Sebagai wujud penghormatan terhadap simbol negara sekaligus mempererat kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan masyarakat, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan aksi partisipatif berupa pembagian bendera Merah Putih secara gratis. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan sarat nilai kebersamaan ini berlokasi di wilayah RT 4 Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah pada Jumat (7/8/2026).Aksi kebangsaan ini dipimpin secara langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Agus Afandi,ST.,MT dengan didampingi oleh Sekretaris Badan serta jajaran Kepala Bidang di lingkungan BPBD Provinsi. Kehadiran kepemimpinan puncak BPBD di lapangan mencerminkan dukungan maksimal instansi dalam mengintegrasikan tugas kemanusiaan dengan penguatan ketahanan mental, sosial, dan nasionalisme warga. Dalam aksi ini, sebanyak 121 lembar bendera Merah Putih disiapkan dan diserahkan secara langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) kepada seluruh warga di lingkungan RT 4.Tidak hanya sekadar menyerahkan lambang negara secara simbolis, jajaran pimpinan dan pegawai BPBD Provinsi Bangka Belitung secara aktif turun tangan memasangkan tiang-tiang bendera di halaman depan rumah warga. Langkah nyata ini menjadi manifestasi dari semangat gotong royong dan kedekatan emosional antara aparatur pemerintah dengan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, BPBD Provinsi mengimbau serta mengedukasi warga agar mengibarkan Bendera Merah Putih dengan penuh rasa hormat dan khidmat sepanjang bulan kemerdekaan, terhitung sejak saat penyerahan hingga 31 Agustus 2026 mendatang.Kegiatan pengibaran bendera ini dirancang tidak hanya untuk memperingati momen bersejarah kemerdekaan, tetapi juga secara fundamental bertujuan menumbuhkan serta mengukuhkan rasa cinta tanah air, jiwa patriotisme, dan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, momentum ini menjadi sarana efektif dalam mempererat sinergi, kebersamaan, serta nilai-nilai kebangsaan antara instansi pemerintah daerah dan elemen masyarakat.Inisiatif BPBD ini mendulang apresiasi mendalam dan respons antusias dari warga setempat. Ibu Bun Hani, salah seorang warga RT 4 Desa Padang Baru, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh BPBD Provinsi Bangka Belitung."Kami sangat berterima kasih dan bersyukur atas pemberian bendera ini, karena sebelumnya saya memang belum memiliki bendera. Semoga ke depannya kegiatan baik seperti ini bisa terus dilaksanakan lagi," ujar Ibu Bun Hani dengan penuh haru.Antusiasme serupa terpancar dari raut wajah seluruh warga setempat yang menyambut hangat kehadiran para pegawai BPBD yang tidak ragu untuk saling berbagi dan bergotong royong di lapangan. Diharapkan gerakan moral ini mampu secara konsisten meningkatkan derajat patriotisme, jiwa nasionalisme, serta kecintaan mendalam warga negara Indonesia terhadap ibu pertiwi.Salam Tangkas, Tanggap, Tangguh, Berdaya!

Mengukuhkan Sinergi, Merawat Kekeluargaan,Sertijab Kepemimpinan BPBD Babel Menuju Era Kebencanaan yang Responsif dan Tangguh
29 Jul 2026
Umum

Mengukuhkan Sinergi, Merawat Kekeluargaan,Sertijab Kepemimpinan BPBD Babel Menuju Era Kebencanaan yang Responsif dan Tangguh

PANGKALPINANG ( 27/7/2026 )— Suasana kehangatan, rasa syukur, dan semangat kebersamaan mewarnai momentum penyerahan tongkat estafet kepemimpinan di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., kepada Bapak Agus Afandi, S.T., M.T., tidak hanya menandai transisi kepemimpinan struktural, tetapi juga mengukuhkan jalinan tali silaturahmi kekeluargaan yang tetap erat dan kokoh.Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Babel, Ibu Yuniar Putia Rahma, S.STP., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh pengabdian, kebersamaan, serta rasa kekeluargaan yang telah terbina selama masa kepemimpinan Bapak Budi Utama. Beliau menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan yang telah menjadi pondasi harmonis di lingkungan internal BPBD dan DWP."Keluarga besar DWP dan BPBD bukan sekadar ikatan kerja profesional, melainkan sebuah rumah bersama yang dibangun di atas rasa saling peduli dan keterbukaan. Semoga fondasi kekeluargaan yang telah tertanam erat ini terus kita rawat bersama, menjadi pilar keharmonisan, serta memberikan kehangatan dan dukungan penuh dalam mendukung amanah kemanusiaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung."Sementara itu, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai Kepala Pelaksana BPBD Babel dengan penuh dedikasi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran ASN dan tenaga pendukung yang telah bekerja bahu-membahu. Beliau memberikan wejangan yang menyejukkan sekaligus membakar semangat seluruh jajaran BPBD untuk senantiasa menjaga kebanggaan dan komitmen pengabdian."Pengabdian di bidang kebencanaan adalah tugas mulia yang menuntut ketulusan hati dan loyalitas tanpa batas. Kepada seluruh rekan-rekan BPBD, tetaplah solid, jaga integritas, dan berikan dukungan penuh serta yang terbaik ,Kita pernah menjadi keluarga dan jangan putus sampai kapanpun ,lanjutkan apa yang telah kita rintis seperti pembangunan barak dan mushola dan manfaatkan apa yang telah kita lakukan dengan baik di bawah kepemimpinan Bapak Agus Afandi. Jadikan setiap tantangan di lapangan sebagai sarana memperkuat mental kemanusiaan dan mempererat kebersamaan."Menyambut amanah dan kepercayaan baru tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang baru, Bapak Agus Afandi, S.T., M.T., menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan serta memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menghadapi dinamika kebencanaan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Beliau berkomitmen memperkokoh sinergi lintas sektor dan merawat atmosfer kerja yang inklusif dan kekeluargaan."Amanah ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan bencana masyarakat.lanjutkan semua hal baik yang telah dilakukan pak Budi untuk BPBD . Mari kita perkuat sinergi, kolaborasi, dan inovasi kerja. Dengan semangat persaudaraan yang kokoh dan kerja keras pantang menyerah, kita siap membawa BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin profesional, responsif, dan terdepan."Transisi kepemimpinan ini menjadi momentum reflektif sekaligus batu pijakan baru bagi BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk terus melangkah mantap ke depan. Seraya mengiringi langkah Bapak Budi Utama di tempat pengabdian selanjutnya dengan doa terbaik, seluruh keluarga besar BPBD melangkah bersama Bapak Agus Afandi dalam satu barisan yang solid"Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melimpahkan rahmat, petunjuk, dan perlindungan-Nya kepada seluruh insan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Semoga BPBD senantiasa tumbuh menjadi lembaga yang tangguh, humanis, profesional, dan semakin dicintai masyarakat demi terwujudnya Bangka Belitung yang aman, sejahtera, dan tangguh bencana di masa depan. Amin Ya Rabbal 'Alamin."Salam Tangkas,Tanggap Tangguh,Berdaya

Perkuat Sistem Mitigasi Hidrometeorologi Ekstrem, BPBD Babel Inisiasi Penyusunan Pergub Rencana Kontingensi Untuk Bangka Belitung
15 Jul 2026
Umum

Perkuat Sistem Mitigasi Hidrometeorologi Ekstrem, BPBD Babel Inisiasi Penyusunan Pergub Rencana Kontingensi Untuk Bangka Belitung

PANGKALPINANG (13 Juli 2026) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mengambil langkah strategis yang sangat progresif dalam memperkuat sistem ketahanan daerah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Melalui inisiatif nyata dan dedikasi penuh dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si., Pemprov Babel kini tengah merampungkan penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana Banjir, Angin Puting Beliung, serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).Langkah monumental ini dibahas secara komprehensif dalam Focus Group Discussion (FGD) lanjutan dan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang dibuka sekaligus dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Babel, Fery Afriyanto, pada Senin (13/7/2026). Agenda krusial ini merupakan wujud nyata kepatuhan dan tindak lanjut cepat atas instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait peningkatan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi dampak fenomena El Nino ekstrem, yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada rentang bulan Juli hingga Oktober 2026.Inisiasi yang dimotori oleh Budi Utama ini mencatatkan sejarah baru bagi jalannya roda birokrasi kebencanaan di Bumi Serumpun Sebalai. Sejak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi berdiri, daerah ini belum pernah memiliki regulasi setingkat Peraturan Gubernur yang secara spesifik dan rigid mengatur tata laksana penanganan bencana alam. Absennya Standard Operating Procedure (SOP) serta kejelasan pembagian wewenang lintas sektor selama ini kerap menjadi dinamika tersendiri yang menghambat akselerasi koordinasi taktis di lapangan.Melalui perumusan Pergub ini, paradigma penanggulangan bencana di Bangka Belitung dirombak total menjadi lebih integratif dan taktis. Di bawah komando langsung Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dengan BPBD Provinsi sebagai motor sekretariatnya, regulasi ini akan mengurai secara terperinci tugas pokok, fungsi, serta pembagian tanggung jawab yang spesifik bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal terkait. Pola ini memastikan bahwa langkah mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana berjalan dalam satu komando yang solid, terukur, dan akuntabel.Pj. Sekda Babel, Fery Afriyanto, dalam arahan resminya menekankan bahwa dokumen Rencana Kontingensi ini didesain bukan sekadar untuk memenuhi aspek formalitas administratif birokrasi, melainkan diproyeksikan sebagai instrumen operasional hidup (living document) yang aplikatif dan taktis saat krisis terjadi. Karakteristik Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan menuntut adanya analisis risiko yang berbasis pada data riil yang akurat dan kontekstual, mengingat kerentanan wilayah ini terhadap eskalasi bencana banjir, puting beliung, dan karhutla sangat tinggi.Semangat perubahan dan etos kerja yang tinggi juga terpancar dari seluruh jajaran tim penyusun yang terlibat aktif dalam perumusan naskah akademik regulasi ini. Keterlibatan lintas sektor secara inklusif—mulai dari dinas teknis terkait, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, hingga insan pers—menunjukkan sinergi kolektif yang luar biasa. Dinamika diskusi yang berkembang dalam FGD mencerminkan komitmen kuat tim penyusun untuk melahirkan sebuah produk hukum yang tidak hanya berbobot secara intelektual, namun juga tajam dan aplikatif sebagai benteng perlindungan bagi masyarakat Bangka Belitung.Pertemuan strategis ini kemudian ditutup dengan komitmen sinergisitas yang solid dari unsur kewilayahan TNI serta perwakilan daerah.Mewakili Komando Resor Militer (Korem) 045/Garuda Jaya, Mayor JKE Nawawi menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah inklusif yang diinisiasi oleh BPBD Provinsi:"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dilibatkannya Korem 045/Garuda Jaya dalam perumusan strategis ini. Kami berharap dengan disusunnya dokumen Rencana Kontingensi ini, segala bentuk intervensi dan tindak lanjut operasional yang akan kita lakukan di lapangan dapat berjalan secara presisi dan tepat sasaran. Guna mendukung penuh implementasi regulasi ini, Korem 045/Gaya secara internal telah rutin melaksanakan latihan taktis berkala dan memiliki prosedur tetap (protap) yang senantiasa siap disinergikan serta dikolaborasikan dengan BPBD beserta seluruh unsur tim penanggulangan bencana daerah."Senada dengan hal tersebut, optimisme dan kesiapan adopsi regulasi dinyatakan oleh jajaran pemerintah kabupaten. Mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung Timur, Kasi Kedaruratan dan Logistik, Khairul Ferizal, S., menyatakan kesiapan jajarannya untuk mereplikasi sistem ini di tingkat daerah:"Kami dari Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menyambut sangat baik penyusunan dokumen ini, dan kami berkomitmen penuh untuk segera mengadopsi serta mengintegrasikan sistematika yang ada ke dalam rencana kontingensi lokal kami. Mengingat kondisi cuaca ekstrem dan fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah menjadi dinamika tahunan yang rutin kami hadapi di Belitung Timur, langkah-langkah sosialisasi masif serta mitigasi struktural dan non-struktural terus kami galakkan. Kami memaksimalkan diseminasi informasi melalui media sosial resmi serta jaringan media massa di Belitung Timur guna memastikan seluruh elemen masyarakat memiliki kesiapan penuh dan ketangguhan yang prima dalam menghadapi potensi bencana."Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa melimpahkan berkah perlindungan, kesehatan, dan keselamatan bagi segenap masyarakat di seluruh penjuru Kepulauan Bangka Belitung. Semoga Upaya serta kerja keras jajaran BPBD bersama seluruh mitra sektoral ini menjadi ladang pengabdian yang kokoh, demi mewujudkan Bumi Serumpun Sebalai yang tangguh, tanggap, serta senantiasa aman dan terhindar dari marabahaya bencana...Salam Tangkas,Tanggap,Tangguh ,Berdaya !!.

BPBD Bangka Belitung waspadai karhutla di 14 titik panas
6 Jul 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

BPBD Bangka Belitung waspadai karhutla di 14 titik panas

Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 14 titik panas, sebagai langkah mengantisipasi bencana karhutla selama musim kemarau ekstrim dampak perubahan iklim el nino godzilla di daerah itu."Kami bersama tim reaksi cepat dan masyarakat peduli api berpatroli memantau desa-desa yang terdeteksi titik panas untuk mencegah karhutla ini," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Sandy Aji di Pangkalpinang, Senin.Ia mengatakan berdasarkan data BMKG Provinsi Kepulauan Babel pada Senin (6/7/2026) terdeteksi 14 titik panas tersebar di Kabupaten Bangka lima titik panas tersebar di Kecamatan Mendo Barat dan Riau Silip, Bangka Tengah dua titik tersebar di Kecamatan Lubuk Besar dan Namang.Selain itu, titik panas di Kabupaten Belitung empat titik panas tersebar di Kecamatan Membalong dan Sijuk, Belitung Timur tiga titik panas tersebar di Kecamatan Kelapa Kampit dan Manggar."Titik panas hari ini mencapai 14 titik atau meningkat dibandingkan hari sebelumnya 12 titik panas, karena kondisi cuaca panas yang terik dampak fenomena alam el nino godzilla," ujarnya.Ia memperkirakan kemunculan titik panas ini akan terus bertambah hingga puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September 2026 yang lebih kering dan panas dibandingkan kemarau tahun sebelumnya."Fenomena el nino selama musim kemarau ini mengakibatkan suhu udara meningkat rata-rata naik satu hingga tiga derajat Celcius, yang mempercepat pengeringan biomassa di kawasan hutan dan perkebunan," katanya.Kepala BMKG Kepulauan Babel Eko Sulistyo Nugroho menyebutkan musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering karena curah hujan rendah dampak fenomena alam el nino godzilla di daerah ini."Kami memperkirakan puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada September dengan kondisi hujan bersifat di bawah normal, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan sangat tinggi," katanya.

Tegakkan Kedisiplinan dan Etika, Kalaks BPBD Babel Evaluasi Program Kerja Sekaligus Berikan Apresiasi Pegawai Berprestasi
4 Jul 2026
Umum

Tegakkan Kedisiplinan dan Etika, Kalaks BPBD Babel Evaluasi Program Kerja Sekaligus Berikan Apresiasi Pegawai Berprestasi

PANGKALPINANG (1 Juli 2026) – Bertempat di halaman Gedung Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memimpin langsung jalannya Briefing Morning Bulanan. Kegiatan rutin di awal bulan Juli yang cerah ini diikuti oleh seluruh elemen pegawai, mulai dari petugas kebersihan, staf, hingga jajaran eselon 3. Briefing morning bulanan ini diselenggarakan sebagai momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja kolektif, sekaligus meninjau capaian-capaian yang telah diraih instansi, salah satunya adalah partisipasi BPBD dalam Lomba Kebersihan Perangkat Daerah (OPD) di tingkat Provinsi.Upaya Nyata Kalak BPBD dalam Evaluasi Program StrategisDalam amanatnya, Kepala Pelaksana BPBD, Budi Utama, menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal efektivitas program kerja organisasi. Beliau memaparkan hasil evaluasi komprehensif terhadap sejumlah program strategis yang telah berjalan, di antaranya:• Gerakan Mitigasi Dini (Gemini): Sebuah langkah preventif yang diintegrasikan ke dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).• Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi: Dokumen krusial penunjang kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana.• Optimalisasi Web Pusdalops: Sistem digital terintegrasi yang menghubungkan jaringan BPBD di 7 Kabupaten/Kota demi percepatan arus informasi.* Gemilang ( gerakan mitigasi lahan pangan) yang akan menjadi program pendukung swasembada pangan di tingkat provinsi.Penegasan Etika, Kedisiplinan, dan Sinergisitas KerjaLebih lanjut, Budi Utama memberikan arahan tegas mengenai fundamental profesionalisme aparatur. Mengingat karakteristik tugas BPBD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam penanggulangan bencana, beliau menekankan bahwa adab dan etika wajib dikedepankan dalam berorganisasi. Kedisiplinan diposisikan sebagai indikator utama kualitas kerja, yang harus dibarengi dengan ketelitian tinggi dalam menyelesaikan seluruh aspek administrasi sesuai prosedur baku.Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga koordinasi lintas sektor agar setiap bidang mampu bersinergi secara optimal.“Apabila ada kendala atau masalah di lapangan, laporkan pada saya atau pada bidang yang menanganinya. Jangan diam dan diabaikan, karena kita tidak tau kebutuhan di lapangan. Perlu komunikasi dan koordinasi yang baik agar semua berjalan maksimal,” tegas Budi Utama.Penghargaan Pegawai Berprestasi Bulan Juni 2026Sebagai bentuk penguatan motivasi internal, momentum Briefing Morning bulanan ini juga diisi dengan penyerahan apresiasi kepada para pegawai yang menunjukkan performa terbaik sepanjang bulan Juni 2026. Para penerima penghargaan tersebut adalah:1. Kategori ASN: Julia Delapan Tiga, S.K.M.2. Kategori P3K Penuh Waktu: Mursalin, S.Sos.3. Kategori P3K Paruh Waktu: Aprilia Rachmadani, A.M.K.4. Kategori Regu TRC Terbaik: Regu Tiga, dengan Komandan Regu Riko Aditya.• Mursalin, S.Sos.: Mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diterimanya, Mursalin menyatakan bahwa apresiasi ini merupakan sebuah tanggung jawab baru di lingkungan kerja yang dinamis, sekaligus menjadi momentumn untuk mengajak seluruh rekan sejawat agar terus bekerja dengan hati, jujur, profesional, serta senantiasa memprioritaskan kedisiplinan dan keselamatan kerja.• Aprilia Rahmadani, A.M.K. : Menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan sebagai P3K Paruh Waktu Terbaik, Aprilia menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah amanah baru yang diharapkan dapat memotivasi dirinya untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depanMelalui pelaksanaan evaluasi berkala dan pemberian apresiasi ini, terselip harapan besar agar seluruh keluarga besar BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat terus memacu kualitas diri, meningkatkan performa tata kelola administrasi, serta mempererat soliditas internal. Semoga ke depan, instansi ini semakin andal, responsif, dan profesional dalam mengemban misi kemainan, demi kemajuan bersama serta keselamatan masyarakat.Salam Tangkas, Tanggap, Tangguh, Berdaya!

Wujudkan Masyarakat Pesisir Tangguh dan Berdaya, BPBD Babel Gencarkan Edukasi Keselamatan dan Pemberdayaan Ekonomi Nelayan
29 Jun 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Wujudkan Masyarakat Pesisir Tangguh dan Berdaya, BPBD Babel Gencarkan Edukasi Keselamatan dan Pemberdayaan Ekonomi Nelayan

BANGKA, 25 Juni 2026 — Guna membangun kesiapsiagaan terhadap potensi bencana sekaligus menguatkan kemandirian ekonomi di wilayah pesisir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar aksi nyata melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Melalui kegiatan ini, BPBD Babel mengimplementasikan sebuah gerakan mitigasi dini atau "Gemini" sebagai langkah strategis dalam menyebarluaskan pemahaman kebencanaan secara preventif kepada masyarakat luas. Mengusung tema “Melalui Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi, Kita Wujudkan Masyarakat Pesisir yang Tangguh Bencana Menuju Babel Berdaya”, kegiatan strategis ini dipusatkan di Pantai Rebo, Desa Rebo, Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka.Kegiatan yang berlangsung intensif ini menyasar langsung Kelompok Nelayan Desa Rebo dan sekitarnya sebagai pilar utama penggerak kawasan pesisir. Langkah proaktif ini dipicu oleh atensi langsung Gubernur Babel, Bapak Dr. (H.C.) Hidayat Arsani,S.E. yang berkaca pada maraknya kasus kecelakaan nelayan di laut sepanjang tahun 2025. Ini menandai momentum perdana bagi BPBD Babel dalam menyisir kelompok nelayan secara langsung sebelum nantinya dilanjutkan ke sektor pendidikan.Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.ST.P., M.Si., memimpin langsung jalannya pengarahan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam orasi edukasinya, Budi Utama menekankan bahwa ketangguhan sebuah wilayah harus dibangun secara struktural dan masif melalui penguatan tiga pilar utama: Desa Tangguh Bencana (Destana), Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), dan Keluarga Tangguh Bencana (Katana).Lebih dari sekadar kesiapsiagaan fisik, Budi Utama membawa perspektif baru dalam penanggulangan dampak bencana dari hulu, yakni melalui pemberdayaan ekonomi dan revolusi mentalitas masyarakat pesisir. Beliau mendorong para nelayan untuk mengadopsi mentalitas yang kaya, kompak, dan berdaya secara ekonomi."Nelayan didorong untuk memaksimalkan fungsi Koperasi Nelayan Merah Putih serta menyukseskan program Kampung Nelayan. Manajemen kerja juga harus tertata, termasuk pentingnya membagi tugas kelompok secara terstruktur dan melibatkan ibu-ibu nelayan ke dalam ekosistem ekonomi pesisir," ujar Budi Utama dalam arahannya.Sebagai langkah konkret perlindungan sosial-ekonomi, Budi Utama memastikan bahwa jaminan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat pesisir tidak akan membebankan penalti atau tunggakan bagi nelayan yang terlambat membayar. Dari sisi kemandirian fiskal desa, beliau juga mengimbau pengoptimalan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk memfasilitasi pembuatan perahu kelompok nelayan lokal, alih-alih mengandalkan bantuan instan semata. Untuk aspek keselamatan di laut, nelayan diwajibkan menyimpan nomor Call Center darurat BASARNAS, BPBD Provinsi, dan BPBD Kabupaten pada ponsel masing-masing.Upaya edukasi ini diperkuat oleh pemaparan materi komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kebijakan Legislatif oleh Anggota Komisi IV DPRD Prov. Babel (Maryam, S.H., M.H.), Sosialisasi Berlayar oleh perwakilan Basarnas Pangkalpinang (Imam). Tak lupa setelah penyampaian materi dilanjutkan sesi diskusi interaktif menjadi ruang dialogis yang produktif antara pemerintah dan warga. Beberapa poin penting yang berhasil dihimpun dan direspons meliputi: "Alur Bantuan dan Infrastruktur" Menanggapi pertanyaan Bapak Muryadi (Kelompok Nelayan Berkas Samudra) terkait kepastian bantuan penyuluh, serta keluhan Bapak M. Ridwan mengenai pendangkalan alur perahu (bulur) di Tanjung Ratu, Ibu Maryam menyarankan koordinasi intensif dengan dinas terkait di tingkat Kabupaten guna penganggaran dan solusi jangka panjangUsulan Bapak Sudaryanto terkait pengadaan Keramba Apung saat musim barat ditampung sebagai masukan anggaran Dinas Kelautan dan Perikanan. Sementara perihal kerusakan bagan akibat cuaca ekstrem yang ditanyakan warga, Bapak Harun selaku perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan berkomitmen segera menyampaikannya ke dinas terkait dan petugas penyuluh. Merespons tingginya antusiasme warga pesisir untuk memahami mitigasi bencana, Budi Utama menyarankan kelompok nelayan segera mengajukan surat permohonan resmi agar BPBD Provinsi atau Kabupaten dapat menjadwalkan pelatihan khusus.Pengukuhan Komitmen Keselamatan PesisirSebagai bentuk legitimasi struktural, acara ini juga meresmikan Pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang diwakili oleh anggota Kelompok Nelayan Desa Rebo (Alan, M. Ridwan, dan Mita Kasim) oleh Kalaksa BPBD Prov. Babel bersama jajaran DPRD dan BPBD Kabupaten Bangka.Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan pembagian Life Jacket (jaket pelampung) secara simbolis kepada para nelayan sebagai komitmen mutlak atas keselamatan kerja di laut. Seluruh peserta yang hadir juga dianugerahi sertifikat penghargaan dari BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas partisipasi aktif mereka.Kegiatan di Pantai Rebo ini diproyeksikan sebagai program percontohan (pilot project) berkelanjutan yang diharapkan segera memiliki legalitas hukum dan akta yang kuat. Melalui integrasi edukasi bencana dan penguatan ekonomi ini, BPBD Babel optimis mampu mencetak generasi nelayan yang tidak hanya tanggap menghadapi anomali alam, tetapi juga mandiri secara finansial demi mewujudkan Bangka Belitung yang Berdaya dan Tangguh Menghadapi Bencana.

Inovasi GEMINI BPBD Babel , Langkah Strategis Provinsi Bangka Belitung Kokohkan Mitigasi dan Ketahanan Masyarakat Pesisir
27 Jun 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Inovasi GEMINI BPBD Babel , Langkah Strategis Provinsi Bangka Belitung Kokohkan Mitigasi dan Ketahanan Masyarakat Pesisir

BANGKA (24/06/2026) — Berkomitmen kuat dalam mengejawantahkan visi perlindungan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menginisiasi langkah progresif lewat peluncuran program GEMINI (Gerakan Mitigasi Dini). Langkah taktis ini diwujudkan melalui agenda Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang menyasar langsung kelompok nelayan tradisional di kawasan pesisir Kabupaten Bangka.Program Kerja yang diinisiasi oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Bapak Dr. (Hc) Hidayat Arsani,.S.E. pada akhir Juni 2026 ini merefleksikan respons cepat sekaligus loyalitas tinggi jajaran pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi musibah laut, merefleksikan evaluasi mendalam atas dinamika kejadian pada tahun 2025 lalu. Kegiatan strategis ini mendapatkan dukungan penuh dari Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Sinergi Lintas Sektor dan Edukasi KomprehensifPada kesempatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si ., membuka secara resmi sekaligus memaparkan materi fundamental mengenai Peran BPBD dalam Penanggulangan Bencana di Kabupaten/Kota. Dengan penuh semangat, Budi Utama menguraikan urgensi penguatan tiga pilar ketahanan bencana, yaitu:• Destana (Desa Tangguh Bencana)• Kencana (Kecamatan Tangguh Bencana)• Katana (Keluarga Tangguh Bencana)Gerakan Mitigasi Dini atau GEMINI, ini khusus kami laksanakan ke pesisir nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk Kabupaten Bangka salah satu titik fokusnya adalah wilayah Kelurahan jelitik dimana sebagian masyarakatnya adalah nelayan pesisir yang belum teredukasi terkait penanggualangan bencana khususnya saat terjadi bencana melaut seperti angin puting beliung dan lainnya,Implementasi teoretis tersebut diperkaya oleh pemaparan dari narasumber kompeten lainnya:• Agam Dliya Ul-Haq (Komisi IV DPRD Prov. Babel): Mengulas Kebijakan Legislatif Dalam Penanggulangan Bencana.• Heryadi (Kalaksa BPBD Kabupaten Bangka): Membedah teknis Penanggulangan Bencana di tingkat daerah.• Heruwiansya, S.Sos. (Staf PK BPBD Prov. Babel): Menjabarkan formulasi Ketahanan Masyarakat Pesisir.Pengukuhan Kencana dan Respons Aspirasi MasyarakatSebagai bentuk legitimasi penguatan struktur mitigasi di tingkat tapak, dilakukan Pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Budi Utama, S.STP., M.Si., didampingi oleh Agam Dliya Ul-Haq dan Heryadi. Adapun representasi kelompok nelayan yang secara resmi dikukuhkan dalam prosesi ini adalah bapak Yanto, ibu Nyimas dan Ibu Lianawati yang merupakan masyarakat nelayan pesisir Rebo.Khidmatnya acara juga diwarnai dengan ruang dialog interaktif yang akomodatif. Menjawab keraguan Ibu Rosdiana mengenai reaktivasi BPJS Ketenagakerjaan yang sempat nonaktif, Budi Utama dengan sigap memberikan solusi mutakhir bahwa proses tersebut kini jauh lebih praktis karena telah mengadopsi sistem digital berbasis aplikasi smartphone. Sementara itu, legislator Agam Dliya Ul-Haq secara solutif merespons kegelisahan Ibu Lianati terkait jaminan biaya pendidikan bagi anak yatim melalui program bantuan pemerintah hingga jenjang sarjana. Ia juga memberikan atensi terhadap usulan Bapak Yanto mengenai pengadaan bantuan mesin tempel yang dapat diajukan secara kolektif melalui mekanisme kelurahan.Manifestasi Keselamatan dan Keberlanjutan ProgramSebagai wujud konkret perlindungan fisik di laut, BPBD Provinsi Babel menyerahkan dan memasangkan Life Jacket secara simbolis kepada para nelayan di penghujung acara. Langkah protektif ini melambangkan komitmen bahwa aspek keselamatan merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar dalam aktivitas kemaritiman.Kegiatan edukasi pesisir yang ditutup tepat pada pukul 16.00 WIB ini diproyeksikan sebagai pilot project (kegiatan percontohan). Ke depan, program ini ditargetkan memiliki legalitas hukum serta akta yang kokoh agar penguatan kapasitas kebencanaan bagi masyarakat pesisir dapat berjalan secara berkesinambungan dan memiliki daya jangkau yang lebih luas. Sebagai bentuk rekognisi, seluruh nelayan yang berpartisipasi dibekali dengan sertifikat penghargaan resmi. Harapan kita bersama semoga dengan dilaksanakan kegaiatan ini semakin banyak masyarakat pesisir yang memahami mitigasi bencana sehingga dampak dan risiko bencana dapat ditanggulangi.Salam Tangkas,Tanggap, Tangguh ,Berdaya !!!

Kontak Darurat Bencana Daerah