Gemini “ Gerakan Mitigas Dini “ BPBD Babel Perkuat Edukasi Bencana Bagi Masyarakat Pesisir Matras
SUNGAILIAT — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Komunikasi, Edukasi, dan Informasi (KIE) bagi masyarakat pesisir di Pantai Matras, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan strategis ini menyasar kelompok nelayan setempat guna membangun ketahanan wilayah pesisir terhadap potensi bencana.Peran Sentral Kepala Pelaksana BPBD BabelAcara secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.ST.P., M.Si.. Dalam arahannya, Budi Utama memegang peran krusial dalam mengarahkan orientasi kebijakan keselamatan masyarakat pesisir. Beliau menekankan urgensi penguatan tiga pilar ketahanan bencana, yaitu:• Desa Tangguh Bencana (Destana)• Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana)• Keluarga Tangguh Bencana (Katana)Lebih lanjut, Budi Utama secara langsung mengedukasi para nelayan mengenai pentingnya pemahaman kebencanaan dan standar keselamatan di laut, termasuk kesiapan perlengkapan keselamatan. Sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen BPBD, beliau memimpin pembagian life jacket secara simbolis kepada para nelayan di akhir acara.Tidak hanya itu, Kalaksa BPBD Babel juga mengukuhkan secara resmi Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang diwakili oleh perwakilan Kelompok Nelayan Kelurahan Matras, yaitu Basarudin, Ojahan Tumanggor, dan Marcoma, didampingi oleh Anggota Komisi IV DPRD Prov. Babel, Ir. Agung Setiawan, serta perwakilan Kalaksa BPBD Kabupaten Bangka.Sinergi Materi dan Edukasi MultisektoralEdukasi ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten yang mengupas materi secara komprehensif:1. Kebijakan Legislatif Dalam Penanggulangan Bencana – Disampaikan oleh Ir. Agung Setiawan (Komisi IV DPRD Prov. Babel).2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) – Dipaparkan oleh Imeldarina Ginting, S.Sos, M.I.Kom (Pokja IV PKK Prov. Babel).3. Ketahanan Masyarakat Pesisir – Disampaikan oleh Heruwiansya, S.Sos (Staf PK BPBD Prov. Babel).4. Bantuan Hidup Dasar (BHD) – Dibawakan berupa simulasi praktis teknik pernapasan buatan dan kompresi dada oleh Prathama Nugraha (Staf PK BPBD Prov. Babel).Aspirasi dan Solusi InteraktifSesi diskusi interaktif menjadi ruang bagi nelayan untuk menyampaikan kendala di lapangan. Beberapa poin penting yang berhasil dihimpun meliputi:• Fasilitas Pengawasan & Sarpras: Terkait tidak berfungsinya pos pengawasan di lokasi KIE serta usulan pengadaan tempat mesin tempel dan POM Mini, Ir. Agung Setiawan memberikan solusi taktis agar kelompok nelayan segera berkoordinasi dan mengajukan permohonan resmi kepada dinas terkait, seperti Disbudpar serta Dinas Perikanan Kabupaten Bangka.• Kesehatan dan Lingkungan: Muncul komitmen bersama dari peserta untuk menggalakkan aksi rutin bersih-bersih pantai, memantau prakiraan cuaca buruk sebelum melaut, serta mengoptimalkan cek kesehatan berkala bagi para nelayan di Posyandu.Melalui kegiatan percontohan ini, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap program KIE tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut hingga memiliki legalitas hukum atau akta yang kuat demi mewujudkan masyarakat pesisir yang mandiri, tanggap, dan tangguh menghadapi bencana.