PANGKALPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat komitmennya dalam memperluas edukasi kebencanaan ke seluruh lapisan masyarakat. Langkah nyata ini teberwujud melalui penerimaan kunjungan edukatif sebanyak 21 santriwan-santriwati beserta 21 orang tua pendamping dari Sekolah “Tahfidz Ulul Albab” Koba, Kabupaten Bangka Tengah, tingkat TK dan SD, pada Selasa (23/6/2026).

Kegiatan pembelajaran yang berpusat di Gedung Pusdalops BPBD Provinsi ini menjadi bukti konkret antusiasme masyarakat serta komitmen instansi dalam mendukung program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) sejak dini.

Komitmen Kepemimpinan dan Penerimaan yang Humanis

Pada saat bersamaan, Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.S.T.P., M.Si., tengah menghadiri agenda kedinasan lain, yakni acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi di Kabupaten Bangka. Kendati demikian, dukungan penuh dan perhatian positif beliau terhadap agenda edukasi ini tetap tersampaikan secara utuh.

Rombongan disambut dengan hangat oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Bapak Suryadi, S.Ag., yang bertindak mewakili Kepala Pelaksana, didampingi jajaran struktural serta Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Acara diawali dengan pengenalan sarana, prasarana, dan peralatan taktis penanggulangan bencana yang dimiliki oleh Pusdalops.

Dalam sambutannya, Bapak Suryadi menyampaikan permohonan maaf sekaligus salam hangat dari Bapak Budi Utama atas ketidakhadiran beliau. Beliau mengekspresikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kunjungan tersebut:

"Kami berterima kasih sebesar-besarnya atas kunjungan ini. Kami sangat senang dapat berbagi informasi terkait penanggulangan bencana. Semoga ilmu yang diserap hari ini menjadi bekal berharga agar anak-anak kita mengetahui langkah preventif dan responsif saat terjadi bencana," ujar Suryadi.

Lebih lanjut, beliau menegaskan visi strategis BPBD ke depan untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas dengan sektor akademis, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum, guna membangun ketahanan komunal terhadap bencana alam, non-alam, maupun sosial.

Rangkaian Edukasi Interaktif dan Simulasi Taktis

Untuk memastikan internalisasi materi berjalan efektif dan menarik bagi usia dini, BPBD Babel mengemas kegiatan ini melalui beberapa tahapan dinamis:

• Senam Mitigasi Bencana: Seluruh peserta dipandu oleh instruktur BPBD mengikuti senam mitigasi bencana gempa bumi guna melatih kesiapan fisik dan motorik secara menyenangkan.

• Visualisasi Kebencanaan: Para santri dan orang tua menyaksikan video edukasi kebencanaan yang dirancang khusus untuk mempermudah pemahaman visual.

• Edukasi Penyelamatan Dasar: Materi krusial mengenai pengetahuan dasar penyelamatan korban banjir dan kondisi tenggelam dipaparkan secara komprehensif oleh Mursalin, staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.

• Simulasi Lapangan Berbasis Standardisasi: Sebagai puncak kegiatan, para siswa diarahkan menuju Kolong Spritus yang terletak tidak jauh dari kantor BPBD. Di bawah pendampingan ketat instruktur bersertifikasi dari TRC BPBD, mereka melakukan simulasi langsung penanganan situasi banjir dan teknik penyelamatan korban menggunakan speedboat.

Apresiasi dan Harapan Ketangguhan Masa Depan

Pimpinan Sekolah Tahfidz Ulul Albab Koba, Bapak Imroni, menyampaikan rasa terima kasih dan kepuasannya atas penerimaan serta kualitas edukasi yang diberikan oleh BPBD Provinsi. Menurutnya, visualisasi dan praktik langsung ini sangat aplikatif bagi kehidupan sehari-hari.

“Kami merasa sangat terbantu. Edukasi dan simulasi yang dilakukan oleh BPBD sangat bermanfaat. Kami berharap program seperti ini dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, sehingga kemampuan mitigasi mandiri dapat terbentuk dan secara langsung meringankan beban pemerintah dalam penanggulangan bencana,” ungkap Imroni.

Melalui sinergi edukatif ini, diharapkan kesadaran kolektif akan pentingnya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dapat tertanam kuat sejak usia dini. Dengan demikian, risiko serta potensi kerugian akibat bencana dapat diminimalisir secara signifikan, melahirkan generasi masa depan yang senantiasa siap dan tangguh.

Salam Tangkas, Tanggap, Tangguh Berdaya!