Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 14 titik panas, sebagai langkah mengantisipasi bencana karhutla selama musim kemarau ekstrim dampak perubahan iklim el nino godzilla di daerah itu.

"Kami bersama tim reaksi cepat dan masyarakat peduli api berpatroli memantau desa-desa yang terdeteksi titik panas untuk mencegah karhutla ini," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Sandy Aji di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan berdasarkan data BMKG Provinsi Kepulauan Babel pada Senin (6/7/2026) terdeteksi 14 titik panas tersebar di Kabupaten Bangka lima titik panas tersebar di Kecamatan Mendo Barat dan Riau Silip, Bangka Tengah dua titik tersebar di Kecamatan Lubuk Besar dan Namang.

Selain itu, titik panas di Kabupaten Belitung empat titik panas tersebar di Kecamatan Membalong dan Sijuk, Belitung Timur tiga titik panas tersebar di Kecamatan Kelapa Kampit dan Manggar.

"Titik panas hari ini mencapai 14 titik atau meningkat dibandingkan hari sebelumnya 12 titik panas, karena kondisi cuaca panas yang terik dampak fenomena alam el nino godzilla," ujarnya.

Ia memperkirakan kemunculan titik panas ini akan terus bertambah hingga puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September 2026 yang lebih kering dan panas dibandingkan kemarau tahun sebelumnya.

"Fenomena el nino selama musim kemarau ini mengakibatkan suhu udara meningkat rata-rata naik satu hingga tiga derajat Celcius, yang mempercepat pengeringan biomassa di kawasan hutan dan perkebunan," katanya.

Kepala BMKG Kepulauan Babel Eko Sulistyo Nugroho menyebutkan musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering karena curah hujan rendah dampak fenomena alam el nino godzilla di daerah ini.

"Kami memperkirakan puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada September dengan kondisi hujan bersifat di bawah normal, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan sangat tinggi," katanya.