Pangkalpinang, 13 April 2026 – Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi yang tangguh dan adaptif, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjalin kolaborasi strategis dengan HUB UMK PLN UIW Bangka Belitung. Sinergi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi bertajuk “Mitigasi Kebencanaan: Teknis Evakuasi Korban Kecelakaan Kebakaran di Tempat Usaha” yang berlangsung di Halaman Kantor BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini diikuti oleh 10 pelaku usaha yang berada di bawah binaan HUB UMK PLN UIW Babel, sebagai langkah preventif dalam menghadapi potensi risiko bencana di lingkungan bisnis
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak PLN UIW Bangka Belitung atas inisiatif kolaboratif ini.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, Bapak Budi Utama menekankan pentingnya internalisasi nilai keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau berpesan kepada para peserta agar tidak berhenti pada tataran teori, namun secara aktif mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan usaha maupun keluarga. “Ini adalah edukasi yang sangat bermanfaat. Jangan hanya berhenti di sini; sampaikan pengetahuan ini kepada karyawan dan keluarga di rumah. Simak dengan baik dan jangan sungkan bertanya apabila kurang mengerti,” ujar beliau penuh bijaksana.
Pernyataan tersebut mencerminkan dedikasi BPBD dalam membangun kesadaran bencana yang inklusif, di mana setiap individu—termasuk pelaku UMKM—didorong untuk menjadi agen keselamatan di lingkungan masing-masing.
Substansi Pelatihan dan Kesiapsiagaan
Pelatihan ini menghadirkan narasumber berkompeten, Bapak Chomsatul Ichwan, S.H., bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Materi yang disampaikan mencakup dimensi krusial dalam penanggulangan bencana, antara lain:
• Manajemen Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
• Prosedur Bantuan Hidup Dasar.
• Standar Operasional Prosedur (SOP) menghadapi kebakaran.
• Teknik pertolongan pertama dan evakuasi korban kebakaran.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah meningkatkan pemahaman pelaku UMK terhadap potensi risiko kebakaran, membekali mereka dengan teknik evakuasi yang presisi, serta mengasah kemampuan tanggap darurat guna menghadapi situasi kritis.
Dampak dan Komitmen Lanjutan
Sinergi lintas sektor ini membuahkan hasil yang signifikan. Berdasarkan evaluasi pasca-kegiatan, tingkat pemahaman peserta meningkat sebesar 80 persen, dengan tingkat kepuasan yang mencapai 90 persen.
Salah satu peserta, Aulya Renielda dari UMKM MRB Lovaaz, menyampaikan apresiasi atas relevansi materi yang diberikan. Menurutnya, pelatihan ini memberikan manfaat nyata, terutama dalam memahami teknik evakuasi dan penanganan kondisi darurat yang sebelumnya masih terbatas.
Mewakili pihak PLN, Bapak Hery Fernandes, dari manajemen HUB UMK PLN UIW Bangka Belitung, menyatakan bahwa program pembinaan ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha, tetapi juga pada penguatan kapasitas mitra dalam menghadapi berbagai risiko. Sebagai bentuk simbolis penguatan kerja sama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan plakat penghargaan serta dukungan promosi produk UMK melalui pemberian goodie bag kepada pihak BPBD.
Ke depan, komitmen untuk memperkuat ekosistem UMKM yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi akan terus dijaga melalui program-program berkelanjutan, guna memastikan kesiapan para pelaku usaha dalam menghadapi berbagai potensi risiko di masa depan.