PANGKALPINANG – Dalam upaya memperkuat fundamental kolaborasi lintas sektor, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., memimpin kunjungan silaturahmi strategis ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Pangkalpinang pada Selasa, 21 April 2026. Delegasi BPBD dalam pertemuan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, didampingi jajaran staf terkait.

Komitmen Pemimpin untuk Integrasi Lintas Sektor

Kunjungan ini disambut dengan antusiasme dan dukungan penuh oleh Kepala Basarnas, Bapak Mickel Rahman Junika, SE, beserta jajarannya. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan sebuah forum strategis untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan kebencanaan. Semangat Bapak Budi Utama dalam menginisiasi langkah preventif dan kolaboratif di lapangan berpadu harmonis dengan komitmen Bapak Mickel Rahman Junika untuk saling mendukung, guna memastikan kesiapan operasional kedua instansi dalam melindungi masyarakat.

Pemetaan Strategis dan Respon Bencana

Dalam dialog yang berlangsung konstruktif, kedua pimpinan meninjau kembali dinamika insiden kebencanaan yang terjadi sejak awal tahun 2025 hingga 2026. Evaluasi mendalam tersebut menekankan urgensi peningkatan upaya mitigasi yang lebih komprehensif, mengingat intensitas kejadian bencana yang memerlukan penanganan serius dan terukur.

Selain membahas teknis kebencanaan, kedua lembaga juga menaruh perhatian pada isu ketahanan pangan—sebuah topik krusial yang saat ini menjadi fokus sorotan publik—sebagai bagian dari tantangan yang perlu diantisipasi bersama.

Optimalisasi Sumber Daya untuk Pelayanan Prima

Puncak dari pertemuan ini adalah sinkronisasi inventarisasi sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BPBD maupun Basarnas. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ketika terjadi kondisi darurat, kedua instansi mampu bergerak dalam satu komando dan kolaborasi yang sinergis.

Melalui semangat kolaborasi ini, Bapak Budi Utama dan Bapak Mickel Rahman Junika menegaskan bahwa sinergi adalah kunci utama dalam penanggulangan bencana. Komitmen ini diharapkan mampu menghadirkan stabilitas dan iklim yang kondusif, serta meningkatkan resiliensi masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.