Informasi terbaru seputar Kegiatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung

Semua Berita

Menampilkan 9 Berita
Memperkuat Resiliensi Pesisir: BPBD Bangka Belitung Tinjau Pantai Batu Bedil sebagai Pusat Edukasi Mitigasi
8 Apr 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Memperkuat Resiliensi Pesisir: BPBD Bangka Belitung Tinjau Pantai Batu Bedil sebagai Pusat Edukasi Mitigasi

BELITUNG – Dalam upaya berkelanjutan untuk memperkokoh ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan langkah proaktif melalui peninjauan strategis di Pantai Batu Bedil, Desa Sungai Padang, Kabupaten Belitung, pada Rabu (8/4/2026).Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Babel, Budi Utama S.STP.M.Si, ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan kesiapan lokasi pelaksanaan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Fokus utama dari inisiatif ini adalah pencegahan serta kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi dengan kearifan lokal dan kondisi geografis wilayah.# Sinergi di Kawasan GeoparkPemilihan Pantai Batu Bedil sebagai lokus kegiatan bukanlah tanpa alasan. Selain keelokan alamnya yang masuk dalam kawasan geopark, wilayah ini merepresentasikan karakteristik pesisir yang dinamis namun rentan. Dalam kunjungan tersebut, Budi Utama didampingi oleh Kepala Desa Sungai Padang, Sukiman, serta Ketua HKM Batu Bedil, menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara otoritas provinsi, pemerintah desa, dan komunitas lokal."Program KIE ini merupakan salah satu pilar prioritas pembangunan kami tahun ini. Dengan sasaran utama 100 nelayan pesisir, kami ingin menanamkan pemahaman mendalam mengenai mitigasi bencana, khususnya terhadap ancaman banjir rob yang kerap memengaruhi stabilitas ekonomi dan keselamatan warga pesisir," ujar Budi Utama.# Edukasi Komprehensif: Dari Pesisir hingga Institusi PendidikanTidak hanya berfokus pada ancaman alam skala besar, BPBD Babel juga merancang kurikulum praktis yang mencakup keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan sampan sebuah aspek krusial bagi keselamatan profesi nelayan.Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung antara bulan Mei atau Juni 2026 ini akan menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi di Pulau Belitung yang mencakup tiga titik strategis: 1. Desa Sungai Padang (Kawasan Pesisir dan Geopark) 2. SMAN 1 Sijuk (Sektor Pendidikan) 3. SMAN 1 Manggar (Sektor Pendidikan)# Kewaspadaan Terhadap Ancaman KarhutlaSelain isu pesisir, survei ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat akan tingginya eskalasi risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Belitung. Mengacu pada data harian yang mencatat potensi tiga hingga tujuh kasus kebakaran, BPBD menekankan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi napas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.Melalui narasi ini, Pantai Batu Bedil tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata, namun bertransformasi menjadi laboratorium edukasi yang krusial. Upaya ini adalah perwujudan nyata dari visi pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya waspada, tetapi juga cerdas dan tangguh dalam menghadapi setiap dinamika alam.

Transformasi Digital Penanggulangan Bencana, Sinergi Mewujudkan Bangka Belitung Tangguh
1 Apr 2026
Umum

Transformasi Digital Penanggulangan Bencana, Sinergi Mewujudkan Bangka Belitung Tangguh

Pangkalpinang, 1 April 2026 — Dalam upaya memperkuat resiliensi daerah terhadap ancaman bencana, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara resmi mengintegrasikan sistem Pusat Data dan Informasi berbasis website ke dalam portal utama bpbd.babelprov.go.id. Inovasi ini merupakan langkah strategis dalam memodernisasi tata kelola kebencanaan di wilayah serumpun sebalai.Pusdalops: Jantung Informasi dan Kendali BencanaSistem ini dirancang khusus untuk memperkuat fungsi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS) dalam tiga fase krusial:Pra-Bencana: Pengelolaan data yang akurat untuk pemantauan potensi ancaman secara rutin dan penyajian informasi edukatif bagi masyarakat.Tanggap Darurat: Menjadi tulang punggung dukungan data bagi posko darurat guna memastikan langkah penanganan yang cepat dan tepat sasaran.Pasca-Bencana: Penyediaan basis data yang komprehensif untuk mendukung efektivitas proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.Dedikasi dan Visi KepemimpinanLangkah maju ini lahir dari visi dan dukungan penuh Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si. selaku Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bangka Belitung. Melalui komitmen untuk membangun sistem yang akuntabel, beliau menginisiasi kolaborasi strategis bersama Bapak Nur Fajar Alasari, S.Kom. dari Diskominfo Bangka Belitung sebagai pengembang utama.Sinergi antar-instansi ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam membangun sistem informasi yang terintegrasi, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan rasa aman.Integrasi Lintas Wilayah dan KemanusiaanPusdalops berperan vital di tengah masyarakat sebagai pusat informasi 24 jam yang memvalidasi setiap laporan bencana, menyebarkan peringatan dini (early warning system), serta menjadi pusat komando dan koordinasi yang real-time.Keunggulan sistem ini terletak pada inklusivitasnya; aplikasi ini diproyeksikan untuk dapat diakses oleh mitra BPBD di tingkat Kabupaten/Kota. Dengan akses ini, petugas di daerah dapat mengolah data secara mandiri dan sinkron, memastikan setiap tahapan penanggulangan bencana di seluruh pelosok provinsi berjalan secara harmonis.Harapan Masa DepanBapak Nur Fajar Alasari berharap bahwa dalam jangka panjang hingga 10 tahun ke depan sistem ini akan menghasilkan visualisasi histori data yang kaya. Pemetaan ini akan menjadi landasan ilmiah dalam melakukan mitigasi dan simulasi yang lebih presisi."Semoga sistem yang kita bangun ini dapat difungsikan dengan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi keselamatan masyarakat melalui evakuasi dini dan pengurangan dampak bencana."

Semangat Kekeluargaan Meriahkan Halal Bihalal serta Syukuran Keluarga Besar BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
1 Apr 2026
Umum

Semangat Kekeluargaan Meriahkan Halal Bihalal serta Syukuran Keluarga Besar BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Momen hangat penuh kebersamaan menyelimuti halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa, 31 Maret 2026. Keluarga besar BPBD berkumpul dalam acara Silaturahmi dan Halal Bihalal yang sekaligus dirangkaikan dengan syukuran atas pelantikan PPPK paruh waktu.Inisiasi dan Dukungan Penuh KepemimpinanKegiatan yang inspiratif ini lahir dari inisiasi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si.. Bersama Ketua DWP BPBD Provinsi Babel, beliau memberikan dukungan penuh sebagai wujud kepedulian hubungan silahturahmi antarpegawai yang juga merupakan bagian dari penjabaran nilai nilai ASN Ber AKHLAK yang Harmonis saling peduli dan menghargai perbedaan. Tidak sekadar membuka acara, Bapak Budi Utama menunjukkan kedekatannya dengan seluruh staf dengan terjun langsung menjadi juri dalam berbagai perlombaan yang digelar.Kemeriahan Lomba: Mengasah Kreativitas dan KekompakanSuasana semakin semarak dengan kompetisi yang diikuti oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Sekretariat. Ajang ini menjadi wadah bagi para pegawai untuk menunjukkan potensi diri di luar tugas rutin mereka:·       Lomba Yel-Yel: Menampilkan semangat dan soliditas tim.·       Lomba Karaoke: Diikuti oleh 16 peserta yang mewakili setiap regu TRC dan bidang di lingkungan BPBD.Daftar Pemenang Perlombaan:Lomba Yel-Yel: Juara 1 diraih oleh Regu 2 TRC, disusul Sekretariat sebagai Juara 2, Regu 3 TRC sebagai Juara 3, dan Harapan 1 oleh Regu 1 TRC.Lomba Karaoke: Juara 1 diraih oleh Ridho, Juara 2 oleh Nopianto, dan Juara 3 oleh M. Desiansyah.Mitigasi dalam Kebersamaan: Sajian Khas Dapur UmumKeunikan acara ini terlihat pada sajian makan siangnya. Menu khas lempah kuning diolah langsung oleh Tim TRC menggunakan Mobil Dapur Umum BPBD. Sebanyak 150 porsi makanan yang disajikan bukan sekadar hidangan, melainkan bagian dari pelatihan mitigasi dapur umum agar personel selalu siap sedia saat terjadi bencana di lapangan.Apresiasi dan Harapan untuk Masa DepanIwan, selaku Komandan Regu (Danru) 2 TRC yang timnya mendominasi gelar juara, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kepemimpinan Bapak Budi Utama. Menurutnya, kegiatan ini sangat efektif dalam mempererat tali silaturahmi serta menggali potensi terpendam para pegawai."Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di lingkungan BPBD. Selamat kepada para pemenang dan tetap semangat untuk kita semua," pungkas Iwan.Melalui semangat Halal Bihalal ini, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali meneguhkan komitmennya untuk terus bersinergi, menjaga loyalitas, dan memperkuat kekeluargaan demi pelayanan terbaik bagi masyarakat.(Tirayudith)

Sinergi Tanpa Batas TRC BPBD Babel dan Tim Gabungan Perkuat Pengamanan Mudik Lebaran 1447 H demi Kenyamanan Masyarakat
19 Mar 2026
Kedaruratan dan Logistik

Sinergi Tanpa Batas TRC BPBD Babel dan Tim Gabungan Perkuat Pengamanan Mudik Lebaran 1447 H demi Kenyamanan Masyarakat

PANGKALPINANG – Menjelang momentum sakral Idulfitri 1447 Hijriah, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan dedikasi tinggi dengan bergabung dalam operasi lintas sektoral Patroli Mudik Lebaran. Langkah ini diambil sebagai bentuk manifestasi kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung.Operasi yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 ini merupakan kolaborasi strategis antara berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal, termasuk Polri,TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, PMI, Pramuka, Senkom Polri, Orari,Basarnas,BMKG,Diskominfo,Dinas Pu,Kejaksaan dan kemenkumham. Fokus utama dari sinergitas ini adalah optimalisasi pelayanan pada titik-titik krusial arus mudik dan balik di wilayah Pangkalpinang.Kehadiran Strategis di Titik VitalPersonel TRC BPBD disiagakan secara tersebar di enam pos terpadu guna memastikan respons cepat terhadap potensi kedaruratan:1. Gerbang Udara & Laut: Pos Terpadu Bandara Depati Amir dan Pelabuhan Pangkal Balam.2. Pusat Keramaian & Jalur Arteri: Pos Polsub Sektor Kota (Bukit Intan), Simpang Greenland Selindung, Jalan Mentok Kampung Keramat, hingga Alun-Alun Taman Merdeka.Dukungan Penuh dan Visi KemanusiaanKepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi setinggi-tingginya serta dukungan moril penuh terhadap keterlibatan personel di lapangan. Dalam sebuah pernyataan yang sarat akan nilai pengabdian, beliau menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar tugas rutin."Kegiatan ini merupakan wadah silaturahmi produktif antarinstansi dalam bingkai pengurangan risiko bencana. Lebih dari itu, ini adalah bentuk peningkatan standar pelayanan publik guna memastikan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H berjalan dengan aman dan nyaman," ujar Budi Utama.Membangun Budaya KeselamatanSelain fungsi pengamanan fisik, kehadiran TRC BPBD di pos-pos terpadu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan selama perjalanan. Melalui upaya preventif dan koordinasi yang presisi, diharapkan masyarakat Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang, dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian dan ketenangan.Semangat pelayanan yang inklusif ini menjadi bukti nyata bahwa BPBD terus bertransformasi menjadi garda terdepan dalam perlindungan masyarakat, memastikan setiap senyum di hari raya bermula dari perjalanan yang terjaga.

Tingkatkan Akuntabilitas dan Objektivitas, BPBD Babel Gelar Sosialisasi SKP serta Manajemen Talenta
7 Mar 2026
Umum

Tingkatkan Akuntabilitas dan Objektivitas, BPBD Babel Gelar Sosialisasi SKP serta Manajemen Talenta

PANGKALPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan Manajemen Talenta pada Rabu, 4 Februari 2026. Bertempat di halaman kantor BPBD, kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan pemahaman seluruh aparatur mengenai sistem penilaian kinerja yang transparan dan akuntabel.Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen pegawai BPBD, mulai dari ASN hingga P3K (paruh waktu maupun penuh waktu). Kehadiran seluruh lapisan pegawai ini bertujuan agar setiap individu memahami fungsi SKP sebagai instrumen wajib yang harus dipenuhi, sekaligus meminimalisir potensi kesalahpahaman dalam pelaksanaannya.Dukungan Penuh Pimpinan dan Pendampingan AhliKepala Pelaksana BPBD, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, beliau menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif ini guna memastikan tidak ada pegawai yang merasa dirugikan saat penilaian tahunan."Kami berharap melalui sosialisasi ini, penilaian akhir SKP benar-benar mencerminkan realitas di lapangan. Saya instruksikan kepada bagian kepegawaian untuk melakukan pemeriksaan data secara cermat sebelum penilaian akhir dilakukan," ujar Budi Utama.Untuk memberikan pemahaman mendalam, BPBD menghadirkan narasumber ahli dari BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu Bapak Riko Apriyanto, S.IKOM., MM dan Ibu Wuri Handayani, S.Psi.Empat Pilar Pengelolaan Kinerja ASNDalam materi yang disampaikan, ditekankan bahwa pengelolaan kinerja merupakan instrumen utama untuk mengukur profesionalisme ASN melalui empat tahapan krusial:1. Perencanaan Kinerja2. Pembinaan, Pengawasan, dan Pemantauan Kinerja3. Evaluasi Kinerja4. Tindak LanjutMekanisme ini merupakan derivasi dari Rencana Strategis (Renstra) yang diturunkan menjadi Perjanjian Kinerja secara berjenjang—mulai dari Eselon 2, pejabat administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional dan pelaksana. Hal ini memastikan bahwa setiap keberadaan ASN di perangkat daerah memberikan kontribusi nyata terhadap capaian kinerja organisasi.Kolaborasi Demi Capaian OrganisasiPenetapan predikat kinerja pegawai tidak berdiri sendiri, melainkan sangat bergantung pada predikat kinerja organisasi yang diukur melalui dua indikator utama: Indikator Capaian Kinerja Organisasi dan Nilai Akuntabilitas Perangkat Daerah (AKIP). Oleh karena itu, kolaborasi antar pegawai sangat diperlukan agar nilai AKIP instansi mencapai hasil maksimal.Evaluasi kinerja kini dituntut untuk dilakukan secara objektif dengan meninjau dua aspek: hasil kerja dan perilaku kerja. Penilaian ini nantinya akan menjadi dasar administrasi manajemen ASN lainnya, seperti kenaikan pangkat dan gaji berkala.Menjawab Tantangan dan Harapan PegawaiPentingnya pemahaman teknis SKP juga disuarakan oleh pegawai, salah satunya Yudistira, S.Kom, seorang ASN dengan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT). Beliau berbagi pengalaman mengenai kendala input data masa lalu yang tidak relevan dengan kinerja di lapangan akibat ketidakpahaman teknis."Harapan saya, dengan adanya sosialisasi ini, kendala administratif yang tidak sesuai dengan realitas kinerja tidak terjadi lagi, sehingga proses penilaian berjalan adil bagi semua pihak," ungkapnya.Melalui pengelolaan kinerja yang efektif dan kolaboratif, BPBD Provinsi Bangka Belitung berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui pelayanan publik yang unggul dan terukur. (TY/Humas BPBD)

Pererat Sinergitas, BPBD Provinsi Gelar Buka Puasa Bersama Perdana untuk Perkuat Fondasi Silaturahmi
5 Mar 2026
Umum

Pererat Sinergitas, BPBD Provinsi Gelar Buka Puasa Bersama Perdana untuk Perkuat Fondasi Silaturahmi

PANGKAL PINANG – Dalam upaya memperkokoh kohesi internal dan mempererat hubungan interpersonal di lingkungan kerja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi menyelenggarakan agenda buka puasa bersama (bukber) perdana pada Rabu, 4 Maret 2026. Bertempat di kompleks kantor BPBD, kegiatan ini hadir sebagai inisiatif strategis untuk membangun jembatan silaturahmi, bagi antar-pegawai di lingkungan BPBD.Visi Kepemimpinan dan Harmonisasi InstitusiAcara yang diinisiasi langsung oleh Kepala BPBD Provinsi, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si, ini turut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit BPBD, Ibu Yuniar Putia Rahma, S.STP., M.Si. Dalam amanatnya, Bapak Budi Utama menekankan bahwa keharmonisan dan komunikasi yang kondusif merupakan pondasi krusial bagi efektivitas institusi."Silaturahmi bukan sekadar tradisi budaya atau ritual keagamaan, melainkan instrumen strategis untuk menciptakan output program kerja yang berkualitas," ujar Bapak Budi Utama.Beliau juga menyampaikan harapan agar tradisi penguatan ikatan sosial ini dapat terus dilestarikan secara berkelanjutan di masa mendatang, demi menjaga soliditas organisasi.Respon Positif dan Semangat KebersamaanSentimen positif mengalir dari berbagai lapisan pegawai yang hadir. Ibu Yuniar Putia Rahma selaku Ketua DWP menegaskan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini, mengingat perannya dalam mendorong kolaborasi erat antara aparatur dengan pihak eksternal.Apresiasi juga datang dari sudut pandang inklusivitas. Ibu Romar Friana, SE. MM , Kasubag Keuangan yang merupakan pegawai non-muslim (NONIS), mengungkapkan rasa haru dan bahagia atas suasana kekeluargaan yang cair dan berbeda dari rutinitas biasanya. Senada dengan hal tersebut, Bapak Hardiansyah, SE , Subkor Bidang Kedaruratan dan Logistik, menyebut agenda ini sebagai "gebrakan spektakuler" yang memungkinkan interaksi lebih dekat melalui tradisi berbagi hidangan antar-pegawai.Dampak Psikologis dan Profesionalisme KerjaSelain aspek sosial, kegiatan ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pegawai.• Optimalisasi Tim: Dewi, S.AP (P3K Paruh Waktu), menyatakan bahwa momentum ini efektif dalam mereduksi stres kerja serta meningkatkan motivasi dan kerja sama tim yang harmonis.• Apresiasi Personal: Ibu Oktavianti, S.I.Pust (P3K Penuh Waktu), turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang menjadi pengalaman perdana yang berkesan bagi dirinya.Penyajian ragam hidangan dan takjil yang dipersiapkan dengan cermat menjadi representasi konkret dari perhatian institusi terhadap kenyamanan serta kesejahteraan setiap individu yang telah berkontribusi bagi kemajuan BPBD Provinsi.(Tirayudith)

Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) Beri Manfaat Nyata, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi di Bangka Belitung
1 Mar 2026
Umum

Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) Beri Manfaat Nyata, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi di Bangka Belitung

Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) Beri Manfaat Nyata, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi di Bangka BelitungPangkalpinang — Program Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) yang digagas oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu pengendalian inflasi, khususnya komoditas cabai yang kerap memicu kenaikan harga bahan pokok.GENCAR menyasar keluarga dengan kategori ekonomi menengah ke bawah. Pada tahap pertama, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyalurkan 100 ribu tanaman cabai kepada masyarakat Kota Pangkalpinang dan 10 ribu tanaman untuk Kabupaten Bangka. Selanjutnya, program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh kabupaten di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa GENCAR merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat. “Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi beban belanja rumah tangga masyarakat sehari-hari, sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga,” ujarnya.Selain untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, hasil panen GENCAR juga dapat dimanfaatkan sebagai pasokan bagi Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.Sebulan pasca launching, program GENCAR telah memberikan manfaat nyata. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) serta Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (Dinsos dan PMD), sejumlah warga telah melakukan panen hingga tiga kali.Olmoz Osmoza, warga Kelurahan Sinar Bulan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Kami sebagai warga sangat terbantu dengan program ini, setidaknya mengurangi belanja rumah tangga untuk bumbu dapur. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Hidayat Arsani, semoga program ini berkelanjutan,” ungkapnya. Di halaman rumahnya, tanaman cabai dalam polybag tampak tersusun rapi dan menghijau, sebagian sedang berbunga dan berbuah.Hal senada disampaikan oleh Desi Novalia, seorang ibu rumah tangga. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah mencanangkan program GENCAR. Manfaatnya langsung dirasakan, terutama bagi ibu rumah tangga, karena ada penghematan dari belanja cabai yang setiap hari digunakan. Kami berharap ada program pemerintah lain yang manfaatnya langsung terasa dan mudah dilaksanakan,” ujarnya.Dari hasil monev, rata-rata tanaman cabai sudah berproduksi, baik dipanen dalam kondisi hijau maupun merah. Pada panen pertama, beberapa warga bahkan mampu menghasilkan hingga 1,5 ons per tanaman, dan diperkirakan akan meningkat pada panen berikutnya seiring dengan perawatan yang optimal.Koordinator Program GENCAR, Budi Utama, dalam kesempatan monitoring ke rumah warga, berpesan agar seluruh penerima bantuan tetap konsisten merawat tanaman dengan baik. Ia mendorong pemanfaatan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh, seperti air cucian beras, cangkang telur, dan kulit bawang sebagai pupuk alami untuk menjaga kesuburan tanaman.“Kami berharap masyarakat tetap berkomitmen merawat tanaman cabai ini sesuai pendampingan yang diberikan, sehingga hasilnya optimal dan manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” pesannya.Monitoring dan evaluasi GENCAR dilakukan secara terpadu dengan memberdayakan petugas dari DPKP dan Dinsos serta PMD sesuai peran masing-masing. DPKP fokus pada aspek teknis budidaya sesuai kaidah Good Agricultural Practices (GAP), termasuk pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Untuk memudahkan masyarakat, juga disediakan video panduan perawatan yang praktis dan mudah dipahami.Sementara itu, Dinsos dan PMD menitikberatkan pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya dalam pemanfaatan pekarangan, agar program ini benar-benar menjadi gerakan kolektif yang memperkuat kemandirian keluarga.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, menyampaikan bahwa program GENCAR tidak hanya berdampak pada penghematan belanja rumah tangga, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan. “Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis produktivitas tanaman akan terus meningkat dan menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah,” jelasnya.Melalui GENCAR, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap terbangun budaya menanam di lingkungan rumah tangga, sehingga ketahanan pangan keluarga semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.

BPBD Babel Tuan Rumah Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
14 Feb 2026
Umum

BPBD Babel Tuan Rumah Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

PANGKALPINANG (5 Februari 2026) – Menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana tidak hanya soal aksi lapangan, tetapi juga tentang penguatan literasi mitigasi di lingkup keluarga. Semangat inilah yang diusung oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menjadi tuan rumah Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Komitmen Kepemimpinan dan Semangat SilaturahmiAcara yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibu Sri Hidayati, S.Pd., M.Si., serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Babel, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si..Ketua DWP Unit BPBD Babel, Ibu Yuniar Putia Rahma, S.STP., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kehadiran para pengurus serta dukungan penuh dari berbagai pihak. Beliau menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun soliditas DWP Unit BPBD agar semakin berdaya dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan.Dukungan serupa juga ditegaskan oleh Bapak Budi Utama. Beliau memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengembangan kapasitas anggota DWP dan bahkan mempersilahkan instansi lain (OPD) untuk memanfaatkan sarana prasarana kebencanaan yang ada melalui prosedur birokrasi yang berlaku, demi kemaslahatan masyarakat luas.Edukasi Mitigasi dan Bantuan Hidup DasarBerbeda dari pertemuan biasanya, BPBD Babel menghadirkan nuansa edukatif melalui sosialisasi Senam Mitigasi Bencana Gempa Bumi serta materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Berlandaskan UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kegiatan ini bertujuan membekali para ibu dengan keterampilan taktis dalam menghadapi situasi darurat.Ibu Ketua DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi ini. Beliau berpesan agar masyarakat tidak panik saat menghadapi bencana dan sekaligus menyampaikan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh peserta menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan.Apresiasi dan Kesan PesertaKegiatan yang dilaksanakan di luar ruangan (outdoor) ini mendapatkan respon positif karena dinilai lebih segar dan aplikatif. “Pertemuan kali ini sangat menarik karena dilakukan secara outdoor. Kami mendapatkan pengetahuan dasar yang sangat penting mengenai penyelamatan kecelakaan dan cara menolong orang tersedak. Ini adalah informasi baru bagi kami, dan kami berharap dapat mengundang tim BPBD untuk melakukan sosialisasi serupa di dinas kami,” ungkap Ibu Yanti, perwakilan DWP Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Babel. Senada dengan hal tersebut, Ibu Sri Hidayati, S.Pd., M.Si. selaku Ketua DWP Provinsi Babel menyampaikan kekagumannya terhadap konsep acara ini.“Kami sangat terkesan karena kegiatan dilakukan di luar ruangan. Ilmu yang disampaikan sangat berguna, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan keluarga. Semoga ke depannya kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan kembali,” pungkas beliau.(Tirayudith)

Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, BPBD Prov Babel Salurkan Dukungan Peralatan Kebencanaan di Parit Lalang
14 Feb 2026
Umum

Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, BPBD Prov Babel Salurkan Dukungan Peralatan Kebencanaan di Parit Lalang

PANGKALPINANG – Di bawah kepemimpinan Budi Utama, S.STP., M.Si., Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat mitigasi bencana di tingkat tapak. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan peralatan kebencanaan yang diserahkan langsung oleh beliau kepada Kelurahan Parit Lalang, Kota Pangkalpinang, pada Rabu (11/2).Budi Utama menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah provinsi. Penyaluran bantuan ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan teknis, melainkan bentuk dukungan moril dan strategis terhadap keberadaan Posko Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).“Kami ingin memastikan bahwa setiap wilayah memiliki kapasitas yang mumpuni untuk merespons situasi darurat secara cepat dan tepat. Dukungan peralatan ini diharapkan dapat memacu semangat para relawan di garda terdepan,”  ujar Budi Utama saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Posko Destana Parit Lalang.Dalam arahannya yang penuh kebijaksanaan, Budi Utama menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah hingga ke tingkat kelurahan. Menurut beliau, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat dan kesiapan sumber daya yang memadai.Langkah responsif ini menjadi bukti nyata bahwa BPBD Provinsi Babel hadir untuk memastikan ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana, demi menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Serumpun Sebalai. (Tirayudith)

Kontak Darurat Bencana Daerah