Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) Beri Manfaat Nyata, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi di Bangka Belitung

Pangkalpinang — Program Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) yang digagas oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu pengendalian inflasi, khususnya komoditas cabai yang kerap memicu kenaikan harga bahan pokok.

GENCAR menyasar keluarga dengan kategori ekonomi menengah ke bawah. Pada tahap pertama, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyalurkan 100 ribu tanaman cabai kepada masyarakat Kota Pangkalpinang dan 10 ribu tanaman untuk Kabupaten Bangka. Selanjutnya, program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh kabupaten di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa GENCAR merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat. “Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi beban belanja rumah tangga masyarakat sehari-hari, sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga,” ujarnya.

Selain untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, hasil panen GENCAR juga dapat dimanfaatkan sebagai pasokan bagi Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.

Sebulan pasca launching, program GENCAR telah memberikan manfaat nyata. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) serta Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (Dinsos dan PMD), sejumlah warga telah melakukan panen hingga tiga kali.

Olmoz Osmoza, warga Kelurahan Sinar Bulan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Kami sebagai warga sangat terbantu dengan program ini, setidaknya mengurangi belanja rumah tangga untuk bumbu dapur. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Hidayat Arsani, semoga program ini berkelanjutan,” ungkapnya. Di halaman rumahnya, tanaman cabai dalam polybag tampak tersusun rapi dan menghijau, sebagian sedang berbunga dan berbuah.

Hal senada disampaikan oleh Desi Novalia, seorang ibu rumah tangga. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah mencanangkan program GENCAR. Manfaatnya langsung dirasakan, terutama bagi ibu rumah tangga, karena ada penghematan dari belanja cabai yang setiap hari digunakan. Kami berharap ada program pemerintah lain yang manfaatnya langsung terasa dan mudah dilaksanakan,” ujarnya.

Dari hasil monev, rata-rata tanaman cabai sudah berproduksi, baik dipanen dalam kondisi hijau maupun merah. Pada panen pertama, beberapa warga bahkan mampu menghasilkan hingga 1,5 ons per tanaman, dan diperkirakan akan meningkat pada panen berikutnya seiring dengan perawatan yang optimal.

Koordinator Program GENCAR, Budi Utama, dalam kesempatan monitoring ke rumah warga, berpesan agar seluruh penerima bantuan tetap konsisten merawat tanaman dengan baik. Ia mendorong pemanfaatan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh, seperti air cucian beras, cangkang telur, dan kulit bawang sebagai pupuk alami untuk menjaga kesuburan tanaman.

“Kami berharap masyarakat tetap berkomitmen merawat tanaman cabai ini sesuai pendampingan yang diberikan, sehingga hasilnya optimal dan manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” pesannya.

Monitoring dan evaluasi GENCAR dilakukan secara terpadu dengan memberdayakan petugas dari DPKP dan Dinsos serta PMD sesuai peran masing-masing. DPKP fokus pada aspek teknis budidaya sesuai kaidah Good Agricultural Practices (GAP), termasuk pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Untuk memudahkan masyarakat, juga disediakan video panduan perawatan yang praktis dan mudah dipahami.

Sementara itu, Dinsos dan PMD menitikberatkan pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya dalam pemanfaatan pekarangan, agar program ini benar-benar menjadi gerakan kolektif yang memperkuat kemandirian keluarga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, menyampaikan bahwa program GENCAR tidak hanya berdampak pada penghematan belanja rumah tangga, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan. “Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis produktivitas tanaman akan terus meningkat dan menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah,” jelasnya.

Melalui GENCAR, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap terbangun budaya menanam di lingkungan rumah tangga, sehingga ketahanan pangan keluarga semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.