Update Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung

*SATUAN TUGAS PENANGANAN COVID-19 PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG*

_SEKRETARIAT_
_PUSAT PENGENDALIAN OPERASI (PUSDALOPS)_
_BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD)_
___________________________

_Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan._

Pada hari ini *Minggu 4 April 2021,* disampaikan informasi mengenai situasi dan perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tercatat dalam *1 minggu terakhir orang yang terpapar dan dinyatakan Positif Covid-19 sebanyak 509 orang dan yang meninggal dunia akibat Covid-19 berjumlah 11 orang. Dengan demikian orang yang terkonfirmasi Covid-19 berkurang dan yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pekan ini sama dengan pekan sebelumnya.*

*Kami tak bosan-bosannya mengimbau dan mengajak serta menggarisbawahi bahwa kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan Protokol Kesehatan adalah cara paling sederhana dan mudah serta murah agar kita dan orang-orang di sekitar kita tidak terpapar Covid-19. Itu artinya ada tanggung jawab kita sebagai sesama warga masyarakat, sehingga penularan dan penyebaran Covid-19 tidak meluas dan menjadi masif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang kita cintai ini.*

Tidak bisa tidak, penanganan Covid-19 membutuhkan kerjasama, sinergi dan kolaborasi. Tanpa itu, upaya dalam mengatasi pandemi ini terutama dalam mengendalikan Covid-19 tidak akan berhasil dan maksimal. Sinergitas menjadi kata kunci kita untuk fokus dan serius menangani Covid-19 dan pada saat yang sama mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan sosial sebagai akibat dari pandemi.

Karena itu, mari kita terus meningkatkan soliditas dan menggelorakan solidaritas serta semangat optimisme dan _”positive thinking”_, sebagaimana motto: *_”Yang sakit harus sembuh, yang sehat harus tangguh”_*.

*A. INFORMASI TENTANG MONITORING KEPATUHAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN*

Disampaikan bahwa berdasarkan *monitoring kepatuhan dalam menerapkan Protokol Kesehatan yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia selama 1 pekan (23-28 Maret 2021) maka tingkat kepatuhan Protokol Kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari 135 titik yang dipantau adalah sebagai berikut:*

*1. Angka Kepatuhan Memakai Masker: 84,38% dari 87,83% rerata nasional (mengalami penurunan dari pekan sebelumnya), dimana tingkat kepatuhan terendah berada di Kota Pangkalpinang dengan 66,96%*

*2. Angka Kepatuhan Menjaga Jarak dan Menghindari Tempat Keramaian: 73,80% dari 86,78% rerata nasional (mengalami peningkatan dari pekan sebelumnya), dimana tingkat kepatuhan terendah berada Kabupaten Bangka Tengah dengan 50,00%*

_[Laporan Monitoring Kepatuhan Penerapan Protokol Kesehatan Mingguan _Update_ _Per 28 Maret 2021 ini disusun oleh Bidang Data & IT Satgas Penanganan Covid-19]_
Informasi terkait bisa diakses di/melalui:
*https://covid19.go.id/berita/monitoring-kepatuhan-protokol-kesehatan-tingkat-nasional-update-28-maret-2021*

Data di atas menjelaskan bahwa tingkat kepatuhan dalam menerapkan Protokol Kesehatan 3M khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih rendah. Untuk itu, mari kita tingkatkan kedisiplinan dalam mematuhi Protokol Kesehatan. Pastikan bahwa dalam setiap kesempatan kita selalu disiplin dalam menerapkan *Protokol Kesehatan Covid-19 yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan sebisa mungkin menghindari kerumunan/keramaian, serta mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer dan mengurangi mobilitas.*

*Ayo kita selalu ingat pesan ibu:*
_“MASKERMU MELINDUNGI AKU, MASKERKU MELINDUNGI KAMU. KITA SALING MELINDUNGI”._

*B. INFORMASI TENTANG PETA ZONA RISIKO*

Disampaikan bahwa berdasarkan analisis data mingguan Covid-19 dari tanggal 23 s.d 28 Maret 2021 maka sebaran *peta zona risiko Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung* adalah sebagai berikut:

_*Zona Merah (Risiko Tinggi):*_
– Nihil (tidak ada)

_*Zona Oranye (Risiko Sedang):*_
– Kabupaten Bangka
– Kabupaten Bangka Tengah
– Kabupaten Belitung
– Kabupaten Belitung Timur
– Kota Pangkalpinang

_*Zona Kuning (Risiko Rendah):*_
– Kabupaten Bangka Barat
– Kabupaten Bangka Selatan

*Kenaikan Kasus Tertinggi:*
– Kabupaten Bangka Barat : *naik 4100% (1 vs 42)*
– Kabupaten Belitung Timur : *naik 58,5% (41 vs 65)*
– Kabupaten Bangka : *naik 0,0% (58 vs 58)*

*Insiden Kumulatif Tertinggi (Per 100.000 Penduduk):*
1. Kota Pangkalpinang : *1466,25 kasus*
2. Kabupaten Bangka : *772,69 kasus*
3. Kabupaten Bangka Tengah : *698,67 kasus*

*Dari data tersebut maka jumlah kasus konfirmasi Covid-19 yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada pekan ke-4 bulan Maret 2021 mengalami penurunan sebesar 9,0% dibanding pekan sebelumnya, dimana 34,30% kasus positif Covid-19 berasal dari Kota Pangkalpinang. Adapun kenaikan kasus Covid-19 mengalami lonjakan terutama di Kabupaten Bangka Selatan dan Belitung Timur, dimana dari sebelumnya berada di zona hijau, kemudian bergerak ke zona kuning (Bangka Selatan), dan saat ini berada di zona oranye (Belitung Timur).*

Terkait hal tersebut, kami berharap ikhtiar pengendalian Covid-19 dari Satgas/pemerintah daerah setempat khususnya dalam instrumen 3T dan penerapan Protokol Kesehatan agar lebih berfokus dan menjadi perhatian serius.

*Sementara kasus kematian atau meninggal dunia akibat Covid-19 yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada pekan ke-4 bulan Maret 2021 sama dengan pekan sebelumnya, dimana 23,21 kasus/angka kematian per 100.000 penduduk berasal dari Kota Pangkalpinang, disusul Kabupaten Bangka (10,98 kasus), dan Kabupaten Belitung (10,94 kasus).*

Sumber data yang digunakan dalam analisis di atas merupakan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Satgas Penanganan Covid-19 Nasional menerima data konfirmasi kasus positif dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) dengan sistem _New All Record_ yang kemudian diverifikasi oleh _Public Health Emergency Operating Center_ (PHEOC) dan dikirimkan melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan RI.

Selanjutnya data individual dari Pusdatin Kemenkes masuk ke dalam sistem Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) di bawah Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan diterima setiap hari.
Data individual pasien di rumah sakit (termasuk OTG, ODP, PDP, positif–yang kini disebut kasus suspek dan terkonfirmasi) didapatkan melalui sistem RS Online yang dikelola oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes dan dikirimkan oleh Pusdatin Kemenkes.

Bahwa data Covid-19 bersifat sangat dinamis sehingga dapat berubah sesuai dengan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Kemenkes.
Data yang masuk ke dalam sistem BLC akan dilakukan analisis harian dan mingguan yang dapat diakses pada website:
*https://covid19.go.id.*

_[Laporan Analisis Data Mingguan Covid-19 _Update_ _Per 28 Maret 2021 ini disusun oleh Bidang Data & IT Satgas Penanganan Covid-19]_
Informasi terkait bisa diakses di/melalui:
*https://covid19.go.id/berita/analisis-data-covid-19-indonesia-update-28-maret-2021*

*C. INFORMASI TENTANG PENGENDALIAN COVID-19 DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG*

_Pertama,_ *melalui surat Nomor 440/0083.a/BPBD yang ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perihal Langkah Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi telah menyampaikan dan menggarisbawahi perlu dan pentingnya sinergitas antar pihak-pihak terkait terutama Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung* agar dapat melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

1. Melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dengan berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Pengendalian Penyebaran Covid-19 dan Surat Edaran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Pembentukan Pos Komando (POSKO) Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Tingkat Desa/Kelurahan.
2. Melakukan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 berbasis kearifan lokal dengan mengaktifkan Posko Kampung Tegep Mandiri.
3. Meningkatkan ketersediaan tempat atau ruang isolasi kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19.
4. Melakukan penguatan kedisiplinan dan konsistensi pelaksanaan Protokol Kesehatan pada seluruh elemen masyarakat.
5. Menerapkan pemberian sanksi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang melanggar ketentuan Protokol Kesehatan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

_Kedua,_ *Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Drs Anang Syarif Hidayat selaku Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berdasarkan hasil rapat koordinasi pada 25 Februari 2021 menyampaikan, bahwa dalam rangka penerapan Perda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2021 dimulai pelaksanaan Operasi Yustisi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 di wilayah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.*

Kita berharap dan menginginkan dengan dilaksanakannya Operasi Yustisi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 ini kepatuhan masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan terutama di ruang-ruang publik semakin meningkat dan dengan demikian penularan dan penyebaran Covid-19 pun bisa dikendalikan.

_Ketiga,_ *berdasarkan evaluasi yang dilakukan, Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berhasil menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tingkat mikro di 4 (empat) tempat, yakni 2 di Kabupaten Bangka Selatan, masing-masing di Desa Bencah dan Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, dan 1 di Kabupaten Bangka yaitu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center, Kelurahan Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, lalu 1 di Kabupaten Belitung, yaitu di Pondok Pesantren Daarul Arafah, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk.*

Saat ini PPKM mikro akan diterapkan di Desa Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, mengingat telah terjadi kasus dan penularan Covid-19 yang cukup masif di daerah tersebut.

Sebagai langkah taktis dan responsif dalam pengendalian Covid-19 pada klaster desa/kampung, klaster perumahan, dan klaster komunitas/perkumpulan/asrama/pesantren, PPKM mikro terbukti efektif dan efisien dalam upaya pengendalian, pemantauan, dan evaluasi penanganan Covid-19 sehingga Covid-19 tidak menyebar dan meluas, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 3 Februari 2021 tentang perlunya PPKM berskala mikro yang diterapkan mulai dari tingkat RT/RW, dan ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 09 Tahun 2021 tertanggal 12 Februari 2021 tentang Ketentuan Pembentukan Pos Komando (Posko) Penanganan Covid-19 Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Tingkat Desa/Kelurahan, serta Instruksi Menteri Dalam Negeri No 04 Tahun 2021 tertanggal 19 Februari 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dari 4 tempat pelaksanaan PPKM mikro tersebut, capaian yang bisa disampaikan sebagai berikut:

a. Terputusnya mata rantai penyebaran Covid-19 hingga di tingkat RT/RW dan desa/ kampung melalui deteksi dini _(early warning system);_
b. Berhasil ditekannya penularan Covid-19 dan dampak kesakitan bahkan kematian di tingkat keluarga;
c. Meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat akan pentingnya penerapan Protokol Kesehatan; dan
d. Terbangun dan bangkitnya kembali nilai-nilai kearifan lokal _(local wisdom)_ dan solidaritas serta semangat gotong royong sesama warga masyarakat.

PPKM mikro adalah peningkatan kapasitas dari “Kampung Tangguh”–yang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri bernama “Kampung Tegep Mandiri”–yang selama pandemi Covid-19 ini sudah berjalan, namun masih belum diimplementasikan dengan optimal, seperti halnya keberadaan dan peran Posko Covid-19 desa/kelurahan. Harapannya, ada revitalisasi dan penguatan eksistensi dari Posko Covid-19 atau Kampung Tegep Mandiri yang sudah ada, bahkan implementasinya sampai di tingkat RT/RW.

PPKM mikro ini adalah upaya memperbaiki kesiapsiagaan dan strategi penanggulangan Covid-19 di tingkat hulu. Melalui PPKM mikro, setiap desa/kelurahan didorong untuk mendirikan dan mengaktifkan Posko Tanggap Covid-19 yang berperan sebagai pendamping tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas/dinas kesehatan) serta petugas surveilans dan tim pelacak _(tracer)_ penyebaran Covid-19.

Pembentukan Posko Covid-19 di desa/kelurahan ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan struktur dan personel/SDM;
b. Menentukan lokasi;
c. Menyiapkan sarana-prasarana; dan
d. Menilai status zonasi wilayah.

*Fungsi posko ini tidak hanya sekadar sebagai pusat informasi, namun juga bertugas untuk melakukan:*
*a. Pencegahan (sosialisasi tentang Covid-19, penerapan Protokol Kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun, serta pembatasan mobilitas masyarakat);*
*b. Penanganan (3T: _tracing, testing, treatment,_ pelayanan kepada masyarakat, dan penanganan dampak ekonomi melalui BLT Dana Desa);*
*c. Pembinaan (penegakan disiplin Protokol Kesehatan dan pemberian sanksi); dan*
*d. Pendukung (pencatatan dan pelaporan, logistik, dukungan komunikasi dan administrasi).*

Selain itu, Posko Covid-19 yang dibentuk menjadi tempat/lokasi terpusat bagi perangkat pelaksana yang terdiri dari unsur Kepala Desa/Lurah, Ketua RT, Ketua RW, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan, tokoh agama/tokoh masyarakat/tokoh adat/tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, relawan, karang taruna, PKK, dan lain-lainnya, untuk melakukan koordinasi, perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 yang dilakukan melalui fungsi-fungsi tersebut di atas.

Di posko inilah pengawasan dan pemantauan secara terpadu/terkoordinasi dilakukan, termasuk suplai dan distribusi makanan ataupun obat-obatan/suplemen/multivitamin, dan lain-lainnya bagi warga setempat yang sedang menjalani isolasi mandiri.

*Menegaskan apa yang kami sampaikan di atas, bagi warga masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PPKM mikro ini sejalan dengan kearifan lokal _(local wisdom)_ yang merupakan nilai dan tradisi masyarakat Negeri Serumpun Sebalai–seperti _Sepintu Sedulang,_ _Sejiran Setason,_ _Selawang Segantang,_ _Junjung Besaoh,_ dan sebagainya, yang merupakan perwujudan dari sifat dan karakter saling peduli, tolong menolong, serta bergotong royong membantu saudara, tetangga, dan sesama warga yang kesusahan atau sedang ditimpa musibah.*

*Kami mengimbau dan mendorong kepada Satgas/pemerintah daerah di kabupaten/kota untuk mengaktifkan dan mengoptimalkan fungsi dan peran Posko Covid-19 di kecamatan dan desa/kelurahan yang berada di daerah perbatasan sebagai upaya pengendalian kasus untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Perlu dicatat bahwa _progress_ dan capaian yang baik dalam penanganan Covid-19 tidak lain berkat kerja semua pihak serta kesadaran dan kepedulian dari masyarakat yang terus konsisten, terlibat dan memberi andil dalam pengendalian dan penanggulangan pandemi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setiap pengabaian dan kelalaian dapat berdampak luas pada keselamatan jiwa sesama serta membuat proses dan capaian yang sudah tercipta dengan baik akan kembali tidak kondusif, dan mundur ke belakang.

Kita berikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama kepada tim medis, tenaga kesehatan, dokter, perawat, Satgas Penegakan Disiplin/Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19, dalam hal ini personel TNI dan POLRI, Satpol PP, serta para relawan, yang sudah berjibaku, berjuang dengan tegar, serta merespon secara cepat dalam melakukan perawatan, penanganan, pemantauan, dan pengendalian Covid-19.

Mari kita turut serta memberi sumbangsih dengan menjadi bagian dari penanganan Covid-19, dan jangan kita tambah lagi beban berat yang telah mereka pikul dengan sikap ketidakpedulian kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

*D. INFORMASI TENTANG VAKSINASI COVID-19*

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya keras melakukan penanganan kesehatan terkait Covid-19, di sisi lain memberikan perlindungan sosial terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19 sekaligus melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi panjang Covid-19.

Dalam hal penanganan di bidang kesehatan terkait Covid-19, Satgas/Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini berfokus untuk menyukseskan program vaksinasi massal Covid-19. Vaksinasi Covid-19 adalah upaya pemerintah untuk menangani Covid-19 secara berkelanjutan yakni _*Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit.*_

Vaksin Covid-19 bermanfaat, aman, dan sehat karena sudah diuji secara klinis dan mendapatkan izin penggunaan dari lembaga resmi yaitu Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) RI serta dinyatakan kehalalan dan kesuciannya berdasarkan fatwa dan sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Oleh karena itu masyarakat tak perlu ragu karena vaksin ini telah teruji keamanan, mutu, serta khasiat dan kehalalannya.

79 hari sudah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjalan dan akan terus dilakukan sepanjang tahun 2021 untuk mewujudkan _Herd Immunity_ atau kekebalan komunitas/kelompok dari serangan Covid-19, sekaligus diharapkan dapat mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus corona.

Melihat perkembangan positif dari vaksinasi gelombang pertama yang menyasar SDM kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sedang dituntaskan, dan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi demi mencapai kekebalan kelompok secara lebih luas lagi, maka program vaksinasi kini memasuki sasaran kedua vaksinasi yakni bagi petugas pelayanan publik dan masyarakat lanjut usia (lansia).

Berikut disampaikan data terkait vaksinasi Covid-19 per 02 April 2021:

1. SDM Kesehatan: 13.134
– Vaksinasi ke-1: 11.877 (90,43%)
– Vaksinasi ke-2: 11.336 (86,31%)
2. Petugas Pelayanan Publik: 89.573
– Vaksinasi ke-1: 22.823 (25,48%)
– Vaksinasi ke-2: 13.681 (15,27%)
3. Lanjut Usia: 79.288
– Vaksinasi ke-1: 9.944 (12,54%)
– Vaksinasi ke-2: 653 (0,82%)
4. Calon Jamaah Haji: 26
– Vaksinasi ke-1: 26 (100%)
– Vaksinasi ke-2: –

Bahwa meskipun vaksinasi Covid-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan Protokol Kesehatan. Bagaimana pun kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar Covid-19 dan kemungkinan bahwa virus ini telah beradaptasi atau bermutasi, mengingat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor _(imported case)_, namun sudah terjadi kasus transmisi lokal _(local transmission)_ yang cukup banyak. Ini yang musti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. *Kita tak boleh lengah maupun panik, harus tetap awas, waspada dan juga peduli*.

Vaksinasi Covid-19, kemudian Protokol Kesehatan 3M plus (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, dan Menghindari kerumunan/5M) serta 3T _(Testing, Tracing, dan Treatment)_ merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisahkan.

Tampaknya slogan 3M (dan juga 5M) sudah terlalu sering diulang-ulang. Maka kedewasaan menjaga kesehatan demi diri sendiri, keluarga, dan orang lain di sekitar kita sudah sepatutnya menjadi kesadaran kita bersama.

Sambil menunggu giliran vaksinasi, mari kita tetap jaga kesehatan diri. Dan setelah divaksin kita pun tidak boleh kendor dalam menerapkan Protokol Kesehatan, agar kita semua masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa tetap sehat dan kita pun menjadi aman serta nyaman untuk menjalankan setiap aktivitas dan melakukan interaksi sosial.

_Babel Sehat, Ekonomi Bangkit!_

*E. INFORMASI TENTANG HASIL PEMERIKSAAN TES RAPID (RDT) DAN TES SWAB (PCR)*

*1. UPTD Balai Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung*

*a. Tes Cepat/_Rapid Test_ (RDT) Antigen* _update_ 4 April 2021
– Pemeriksaan : 0
– Hasil Positif : 0
– Hasil Negatif : 0

*b. Tes Usap/_Swab Test_ (PCR/Polymerase Chain Reaction)* _update_ 3 April 2021
– Pemeriksaan PCR : 128
– Hasil Positif : 24
– Hasil Negatif : 101
– Inconclusive : 0
– Invalid : 3

*2. Laboratorium Biomolekuler UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Pangkalpinang* _update_ 3 April 2021
– Pemeriksaan PCR : 0
– Hasil Positif : 0
– Hasil Negatif : 0
– Inconclusive : 0
– Invalid : 0

*3. Laboratorium Biologi Molekuler Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang* _update_ 3 April 2021
– Pemeriksaan PCR : 71
– Hasil Positif : 25
– Hasil Negatif : 43
– Inconclusive : 0
– Invalid : 3

*F. INFORMASI TENTANG _UPDATE_ KASUS COVID-19*

Berikut disampaikan *_update_ kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu 4 April 2021,* yaitu:

– Dinyatakan selesai isolasi & bebas Covid-19 : *8704 (bertambah 55)*
– Meninggal dunia Covid-19 : *160 (bertambah 2)*
– Dalam isolasi/perawatan : *789 (bertambah 60 – berkurang 57)*
– Kumulatif kasus konfirmasi : *9653 (bertambah 60)*
– Kelompok umur (tahun) :
*< 1 : 38*
*1 – 4 : 236*
*5 – 14 : 964*
*15 – 19 : 817*
*20 – 44 : 4873*
*45 – 54 : 1373*
*55 – 69 : 1142*
*> 70 : 210*
– Jenis kelamin :
*Laki-laki : 4723 (48,93%)*
*Perempuan : 4930 (51,07%)*

dengan detail sebaran kasus konfirmasi, persentase, dan penambahan harian:

– Pangkalpinang : *3398/35,20% (bertambah 6)*
– Bangka : *2359/24,44% (bertambah 16)*
– Bangka Tengah : *1384/14,34% (bertambah 3)*
– Bangka Barat : *471/4,88%*
– Bangka Selatan : *484/5,01%*
– Belitung : *968/10,03% (bertambah 35)*
– Belitung Timur : *589/6,10%*

*G. INFORMASI TENTANG ORANG YANG SELESAI DAN MASIH ISOLASI/KARANTINA*

Disampaikan bahwa *55 (lima puluh lima) orang selesai menjalani isolasi dan karantina serta dinyatakan bebas dari Covid-19,* yaitu:

– Kota Pangkalpinang : *30*
– Kabupaten Bangka : *2*
– Kabupaten Bangka Barat : *1*
– Kabupaten Belitung : *22*

*Dengan 55 orang hari ini yang selesai menjalani isolasi, maka persentase tingkat orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sehat dari Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibandingkan dengan kemarin mengalami sedikit peningkatan yakni berada di angka 90,17%.*

Disampaikan bahwa *789 (tujuh ratus delapan puluh sembilan) orang masih atau sedang menjalani isolasi dan karantina,* yaitu:

– Kota Pangkalpinang : *246*
– Kabupaten Bangka : *94*
– Kabupaten Bangka Tengah : *61*
– Kabupaten Bangka Barat : *48*
– Kabupaten Bangka Selatan : *65*
– Kabupaten Belitung : *171*
– Kabupaten Belitung Timur : *104*

Dengan demikian, *orang yang sedang atau masih dalam perawatan dan penanganan dibandingkan dengan kemarin maka hari ini kembali turun yakni 8,17%*.

*H. INFORMASI TENTANG ORANG YANG MENINGGAL DUNIA COVID-19*

Disampaikan bahwa *setelah kemarin 1 orang terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia di Kabupaten Belitung, hari ini diinformasikan 2 (dua) orang yang terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,* yaitu:

– Kota Pangkalpinang : *1*
– Kabupaten Bangka : *1*

Dengan demikian *_”kematian”_ orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi berjumlah 160 (seratus enam puluh) orang atau berada di angka 1,66%*.

*I. INFORMASI TENTANG ORANG YANG TERKONFIRMASI COVID-19*

Disampaikan bahwa *60 (enam puluh) orang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19,* yaitu:

– Kota Pangkalpinang : *6*
– Kabupaten Bangka : *16*
– Kabupaten Bangka Tengah : *3*
– Kabupaten Belitung : *35*

Dengan penambahan 60 orang yang terkonfirmasi Covid-19 maka hal ini semakin mengafirmasi bahwa penyebaran dan penularan virus Corona belum berakhir, masih terus terjadi, dan faktanya wabah/virus ini ada di sekitar kita.

*J. INFORMASI TENTANG SITUASI DAN PERKEMBANGAN DI WISMA ISOLASI & KARANTINA COVID-19*

*1. Wisma Isolasi/Karantina Pangkalpinang (LPMP)*
– Kapasitas Kamar : 48 tempat tidur
– Jumlah Penghuni : 3
– Penghuni Konfirmasi : 3
– Penghuni Suspek : 0
– Penghuni Kontak Erat : 0
– Sisa Kamar Tersedia : 45

*2. Wisma Isolasi/Karantina Bangka*
*a. Mess Anggrek*
– Kapasitas Kamar : 15 (22 tempat tidur)
– Jumlah Penghuni : 27
– Penghuni Konfirmasi : 22
– Penghuni Suspek : 5
– Penghuni Kontak Erat : 0
– Sisa Kamar Tersedia : 0

*b. Mess Melati*
– Kapasitas Kamar : 14
– Jumlah Penghuni : 13
– Penghuni Konfirmasi : 4
– Penghuni Suspek : 9
– Penghuni Kontak Erat : 0
– Sisa Kamar Tersedia : 1

*3. Wisma Isolasi/Karantina Bangka Tengah*
– Kapasitas Kamar : 37
– Jumlah Penghuni : 44
– Penghuni Konfirmasi : 40
– Penghuni Suspek : 4
– Penghuni Kontak Erat : 0
– Sisa Kamar Tersedia : 6

*4. Wisma Isolasi/Karantina Bangka Selatan (BKPSDMD)*
– Kapasitas Kamar : 29 (58 tempat tidur)
– Jumlah Penghuni : 23
– Penghuni Konfirmasi : 0
– Penghuni Suspek : 23
– Penghuni Kontak Erat : 0
– Sisa Kamar Tersedia : 14

*5. Wisma Isolasi/Karantina Bangka Barat (BKPSDMD)*
– Kapasitas Kamar : 16
– Jumlah Penghuni : 21
– Penghuni Konfirmasi : 19
– Penghuni Suspek : 2
– Penghuni Kontak Erat : 0
– Sisa Kamar Tersedia : 0

Sudah lebih dari satu tahun kita berjuang dengan prihatin, dan kita membuktikan bisa dan sanggup melaluinya dengan sabar dan tegar serta saling bekerjasama, berkontribusi kemanfaatan terhadap sesama. Untuk itu, kita tetap harus menjaga semangat tersebut dengan baik, dengan tetap disiplin dan waspada serta tidak boleh lengah sebagai wujud tanggung jawab kita sebagai makhluk sosial. Bukan untuk siapa-siapa, namun untuk kita semua.

Kami menyadari masih banyak hal yang luput bahkan kurang dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, atas hal itu Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pengalaman penanganan Covid-19 selama 2020 menjadi evaluasi kami dan pembelajaran bagi kita semua untuk menghadapi tantangan dalam mengatasi Covid-19 ke depan. Kami tahu kami tidak sendiri, ada banyak warga masyarakat yang peduli, sekurang-kurangnya membantu dengan selalu mematuhi arahan, imbauan, dan anjuran pemerintah serta patuh dan disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Sekali lagi, mari kita terus membangun optimisme untuk saling menjaga dan menyelamatkan, dengan saling mengingatkan dan saling menguatkan.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa segera mengangkat wabah ini dari muka bumi, dan senantiasa mencurahkan kasih sayang-Nya kepada para pejuang Covid-19 yang sudah mempertaruhkan pikiran, tenaga, dan raga, bahkan jiwa dan nyawanya untuk menanggulangi dan menangani Covid-19. Amin.

_Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan_.
_____________________________

TIM KOMUNIKASI PUBLIK

_SATGAS PENANGANAN COVID-19 PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG_

*Juru Bicara,*

_ttd_

ANDI BUDI PRAYITNO
____________

*Juru Bicara Vaksinasi Covid-19,*

_ttd_

dr. BANGUN CAHYO UTOMO, M.Epid.
.