Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah, Mikron: “Kita harus mempersatukan visi dan persepsi””

Pangkalpinang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah, Di lantai II Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (14/12/2021).

Rapat Koordinasi yang melibatkan 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di hadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fattah, serta Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming-ming. Dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Pelaksana Harian ( Kalakhar ) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa menyampaikan bahwa dalam penanggulangan bencana di Provinsi Kepuluan Bangka Belitung adalah tanggung jawab bersama, termasuk Kabupaten/Kota dan pemerintah pusat.

“Kita harus menyatukan visi dan persepsi dalam melakukan penanganan penangulangan bencana saat ini termasuk kabupaten/kota dan juga nasional. sebagai ilustrasi BNPB mempunyai anggaran yaitu Dana Siap Pakai ( DSP) dan juga dana untuk rehabilitasi dan rekontruksi untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana. Untuk itu kita perlu memutuskan Kabupaten/kota yang mana saja untuk siap menjadi Tanggap Bencana sehingga bantuan dari Provinsi ke Kabupaten dapat dimaksimalkan.” jelas Mikron.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fattah, menyampaikan untuk mempergunakan kesempatan sebaik mungkin dalam forum rapat koordinasi ini untuk menyusun rencana dalam penanganan bencana daerah sehingga dapat mengantisipasi apabila bencana ini terjadi. Hal serupa diungkap pula oleh Wakil Bupati Kabupaten Bangka Barat, Bong Ming-ming, bahwa bencana alam yang terjadi saat ini bukan hanya tanggung jawab pihak Kabupaten saja namun tanggung jawab kita semua.

“bencana yang terjadi di Kabupaten/kota bukan hanya semata tanggung jawab sepihak saja, kita harus menyingkirkan ego struktural untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. kita adalah satu kesatuan, ibarat tubuh apabila ada salah satu bagian yang sakit maka yang lainpun merasakan. dan untuk Kabupaten Bangka Barat menyatakan posisi Tanggap Bencana” jelas Bong Ming-ming.

Mikron Antariksa selaku pencetus Rapat Koordinasi meminta kepada steakholder yang hadir untuk dapat memberikan informasi yang akurat terhadap perubahan iklim. seperti yang terjadi di Kabupaten Bangka Barat ada nelayan yang meninggal saat melaut, ini menandakan bahwa informasi terkait iklim dan bencana belum di sosialisasikan dengan baik. Mengigat pada Bulan desember sampai dengan Februari adalah bulan dengan rawan bencana termasuk iklim pada pasang surut nya air laut.

Rapat Koordinasi yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut, mendata bahwa Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung  dan Kota pangkalpinang dalam posisi Tanggap Bencana, sedangkan untuk kabupaten Bangka Tengah dalam posisi Siap Bencana dikarenakan bencana yang terjadi tidak terlalu parah seperti yang dialami daerah lain. (Lury)