KABUPATEN BANGKA BARAT TURUNKAN LEVEL 4 MENJADI LEVEL 3

Penulis : Lury Rafelia, S.H
JFT Pranata Humas Ahli Muda BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Kabupaten Bangka Barat adalah salah satu Kabupaten yang berada pada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Kabupaten Bangka Barat sebagai Kabupaten Induk dengan Ibu Kota Muntok dengan 6 kecamatan terdiri dari: Kelapa, Muntok,simpang teritip,Jebus,Parittiga dan Tempilang. Kabupaten Sejiran setason ini memiliki luas wilayah 2.884,15 km2 denagn jumlah penduduk 204.612 jiwa. Batas wilayah Kabuapten Bangka Barat antara lain; dibagian utara Laut Natuna, dibagian Timur Teluk Kelbat, Kecamatan Bakam,Kecamatan Puding Besar, Kecamatan Mendo Barat dan Kabuaten Bangka, dibagian Selatan berbatasan dengan Selat Bangka serta dibagian Barat berbatasan dengan  Selat Bangka.

Kabupaten Bangka Barat pada Bulan Juli tahun 2021 yang lalu di nyatakan sebagai salah satu Kabupaten di Indonesia yang diinstruksikan melakukan PPKM Level 4. Instruksi PPKM Level 4 tersebut tertuanng dalam Intruksi Kemendagri Nomr 22 Tahun 2021 tentang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) level 4 Covid-19. Dalam keterpurukan itu Pemerintah Kabupaten tidak tinggal diam, segera mengambil langkah untuk meredam dan menurunkan pandemi yang sedang menyebar dengan pesat di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melakukan pembahasan secara mendetail dengan mefokuskan pada tiga aspek yang harus diketahui oleh masyarakat yaitu non esensial, esensial dan kritikal.

Seluruh stake holder di Kabupaten Bangka Barat bergerak. Pengetatan pelabuhan dan lalu lintas keluar masuk pelabuhan yang semula hanya cukup menunjukkan hasil antigen negatif ditambah dengan syarat menunjukkan bukti telah di vaksinasi minimal dosisi pertama. Pemberlakuan Work From Home pun diterapkan, kecuali BPBD dan Dinas Kesehatan 100 persen harus tetap hadir untuk melakukan kegiatan pelayanan. Sosialisasi dan Edukasi terus menerus diberikan ke masyarakat. Tanpa kata lelah Satuan Tugas Covid-19 yang di gawangi oleh BPBD Kabupaten Bangka Barat bersinergi tiada henti dengan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menurukan PPKM Level 4 di Kabupaten Bangka Barat. Peran masyarakat dalam menaati Protokol Kesahtan amatlah penting untuk meluluhlantakkan pandemi ini. Bersama Dinas Kesehatan, BPBD Kabupaten Bangka Barat berjalan maju tanpa ada kata mundur. Merangkul masyarakat, mengetuk kesadran masyarakat akan pentingnya Prokes bukan lah hal yang mudah. Kata lelah tak pernah terucap dari bibir mereka. Setiap bertemu masyarakat yang tidak taat akan Protokol Kesehatan dengan sabar mereka kembali menghimbau tiada henti. Turun ke lapangan, sosialisasi PPKM ke para pedagang kerap kali mereka lakukan. Bersinergi dengan baik adalah hal yang dapat Pmerintah lakukan saat ini.

Berikut data perkembangan Covid-19 di Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka Barat per 17 September 2021 (sumber : website satgas covid Prov.Kep.Babel dan diskomifo Bangka Barat)










 

 

 

 


Sekretaris Tim Satuan Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat Shidarta Gautama, S.STP, dijumpai saat acara Mitigasi Kebencanaan di rumah Kebun Kota Muntok pada hari Rabu ( 16/09/201) lalu menjelaskan bahwa terjadi penurunan signifikan pada kasus covid-19 di Kabupaten Bangka Barat. Berkat dri Komitmen Pimpinan dan sinergitas yang baik antara pemerintah, TNI/POLRI dan masyarakat dapat menurunkan level PPKM 4 menjadi PPKM level 3 dalam waktu dua mingu saja. Dari Pmerintahan sendiri terdiri dari Legislatif dan Yudiktif. Dari sisi Legislatif merencanakan penganggaran khusus untuk covid-19 , kemudian untuk sisi Yudikatif mengontrol dari penggunaan dana sampai ke tingkat desa, dua peran ini tidak tampak namun sangat berperan penting dalam terlaksananya penurunan PPKM ini. Dari pihak TNI/POLRi sendiri lebih banyak secara tekhnis dilapangan.

Shidarta menambahkan ada beberapa hal penunjang yang harus dilaksanakan hingga penurunan pandemi di Kabupaten Bangka Barat ini terwujud yaitu menjaga stabilitas sinergi pemerintah dari yang tertinggi sampai ke perangkat desa berjalan dengan baik, kemudian Optimalisasi pemerintah dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat. Seperti contoh Satpol-PP bersama BPBD,TNI/POLRI dalam satu hari melakukan dua kali operasi siang dan malam selama Kabupaten Bangka Barat berada di Posisi Level 4. Hal seperti ini harus terus menerus diberikan. Komunitas-komunitas yang berada di Kabupaten Bangka Barat juga dilibatkan. Ada satu hal yang tak kalah penting yaitu sistem pada penanganan Covid-19 dirubah, dengan tidak memberlakukan isolasi mandiri namun isolasi terpusat. Dengan adanya Isoter dapat menjamin tidak adanya penularan. Kendala saat hal ini diterapkan, banyak masyarakat yang menolak. Namun hal itu tidak membuat pemerintah patah semangat, tetap memberikan pengertian kepada masyarakat akan pentingnya melaksanakan Isolasi Terpusat.

Tiada usaha yang menghianati hasil, selama kita mempunyai tekad yang kuat dan kedisiplinan dalam menerapkan aturan-aturan yang diterapkan oleh pemerintah hal yang sulit dapat teratasi. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Bangka Barat ini, menjadi contoh teladan bagi Kabupaten lain yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. There is no substitute for hard work. Never give up. Never stop believing. Never stop figting.- Hope Hiks. (tidak ada ganti untuk sebuah kerja keras. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti percaya. Jangan pernah berhenti berjuang.- Hope Hicks). Salam tangguh!.