Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Kepulauan Bangka Belitung

Oleh: Yogi Cahyo Ginanjar, S.T. – Analis Kebijakan Ahli Pertama

Semakin cepatnya peningkatan dampak bencana yang disebabkan oleh perpaduan bahaya dan kerentanan yang mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat semakin kita rasakan belakangan ini, untuk itu diperlukan upaya-upaya pengurangan risiko bencana yang sistematis dan tersinergi dalam pelaksanaan di lapangannya.

Pengurangan Risiko Bencana (PRB) adalah sebuah kerangka kerja konseptual yang terdiri dari elemen-elemen yang dipertimbangkan untuk meminimalkan kerentanan-kerentanan dan risiko-risiko bencana dalam seluruh masyarakat untuk menghindari (pencegahan) atau membatasi (mitigasi dan kesiapsiagaan) dampak kerugian yang ditimbulkan bahaya, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pengurangan risiko bencana merupakan satu isu pembangunan yang lintas sektor dan cukup rumit. Untuk menghadapi tantangan ke depan terkait PRB, upaya mensinergikan multi-stakeholders atau pegiat kebencanaan lintas sektor sangat diperlukan agar penanggulangan bencana berjalan efektif.

FPRB Babel merupakan wadah berkumpulnya para stakeholder yang terkait langsung dengan kebencanaan maupun tidak langsung dalam rangka PRB dan API. FPRB Babel merupakan wadah yang diinisiasi baik oleh BNPB bekerja sama dengan pihak BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terdiri dari berbagai multi sektor baik pemerintah, masyarakat dan badan usaha yang pada akhirnya akan menyentuh serta bermanfaat bagi masyarakat bangka belitung khususnya, maupun masyarakat Indonesia umumnya.

Diharapkan dengan adanya FPRB Babel ini dapat menginisiasi Kabupaten/Kota, Kecamatan, maupun Desa/Kelurahan dibawahnya, bahkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia di dalam hal PRB dan API.

Program-program dan Kegiatan yang sederhana namun dapat langsung bermanfaat bagi masyarakat dan diharapkan cepat dalam penduplikasian ilmu/petikan-petikan pengalaman dan pembelajaran baik dalam jangka waktu pendek, menengah maupun panjang.

Dengan berbekal integrasi, kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak diharapkan akan menjadi komunitas masyarakat Bangka Belitung yang mandiri serta tangkas, tanggap maupun tangguh terhadap bencana.

Kemudian dengan dukungan ICT (Information and Communication Technology) yang memadai diharapkan menjadi bekal bagi SDM di Kepulauan Bangka Belitung untuk terus berinovasi dan berbuat untuk PB yang lebih baik.

Tak lupa, FPRB Babel juga merupakan sebuah investasi jangka menengah dan panjang di dalam Kebencanaan, baik investasi waktu, sarana prasarana, ilmu pengetahuan dan pengalaman, SDM, kesetiakawanan, kemanusiaan maupun ICT dengan segala bentuknya.

Leave a Reply