Browse By

ANALISIS BMKG: GEMPABUMI GUNCANG PULAU BANGKA

Hari Selasa malam (30/8/2016) pukul 21.29.25 WIB, wilayah Pulau Bangka diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi terjadi dengan kekuatan M=4,0 Skala Richter. Pusat gempabumi terletak pada 1,47 LS dan 106,60 BT, tepatnya di laut lepas pantai utara Kabupaten Bangka Barat pada jarak 89 km arah barat laut Kota Pangkalpinang di kedalaman 10 km.

Hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan cukup kuat dirasakan di wilayah Pulau Bangka bagian utara seperti Klekajebu, Ranggi, Puputbawah, Tumbak, Rukam, Pusuk, Bubus, Simpangtiga, Belinyu, Mantun, dan Bakit pada skala intensitas II SIG BMKG (III MMI).

Banyak warga terkejut akibat guncangan gempabumi ini, bahkan beberapa diantaranya berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempabumi.

Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu masyarakat pesisir pantai utara Pulau Bangka dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

Gempabumi Bangka yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Secara tektonik, letak wilayah Pulau Bangka memang jauh dari sumber gempa utama, seperti subduksi lempeng dan sesar regional, namun secara geologi wilayah Bangka terdapat sesar-sesar lokal.

Sesar di Pulau Bangka yang populer adalah Sesar Pemali dan Sesar Payung. Selain kedua sesar ini juga masih terdapat beberapa sesar lokal yang belum dinamai. Ditinjau dari lokasi episenternya, tampaknya gempabumi Bangka yang terjadi saat ini dibangkitkan oleh sebuah struktur sesar mendatar yang berarah utara-selatan melintas dekat Teluk Mantun.

Catatan gempabumi di BMKG menunjukkan bahwa Bangka juga pernah diguncang gempabumi berkekuatan M=4,8 SR, berkedalaman dangkal yang menimbulkan kerusakan ringan pada 2 Desember 2007. Lokasi pusat gempa tersebut di daratan sebelah selatan pusat gempabumi yang terjadi saat ini. Gempa ini cukup kuat dan diikuti dengan 5 kali kejadian gempabumi susulan (aftershcks).

Data kegempaan setempat memang menunjukkan bahwa wilayah Bangka termasuk kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan rendah. Tetapi dengan keberadaan beberapa sesar di wilayah ini menjadikan Bangka bukanlah daerah yang benar-benar aman dari gempabumi.***

DARYONO
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
Twitter: @infobmkg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *